NA Soroti Pasar Sentral dan PD Pasar, Pakar Sebut NA Bakal Halangi Danny di Pilwali Makassar

oleh

MACCA.NEWS- Setelah masa jabatan, Moh Ramadhan ‘Danny’ Pomanto (DP) berakhir beberapa waktu lalu sebagai Walikota Makassar, kini pemerintahan kota Makassar dikendalikan oleh Pejabat Walikota, Iqbal Suhaeb.

Selama Danny Pomanto menjabat, Gubermur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah tidak pernah sedikitpun menyoroti keberadaan pasar sentral kota Makassar. Bahkan Nurdin Abdullah saat ini meminta ke pejabat Walikota untuk mengevaluasi perusahasn daerah (PD Pasar) atas penilaian joroknya pasar Sentral oleh. Nurdin Abdullah.

Bahkan pimpinan PD Pasar yang diangkat oleh Danny Pomanto semasa masih menjadi Walikota ikut disoroti oleh, Nurdin Abdullah melalui PJ Walikota.

“Jujur kita malu kalau orang-orang luar datang ke pasar kita dengan kondisi seperti ini. Kita bisa lihat tidak sehat orang menjual disitu, orang yang datang belanja juga pasti tidak sehat,” kata Nurdin Abdullah, saat mengunjungi pasar Sentral Makassar, Senin (3/6).

Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menyebutkan kepentingan politik Nurdin Abdullah terasa jelas di kota Makassar di kepemimpinan PJ Walikota.

“Jawabannya jelas. Karena pada saat pak Danny masih berkuasa, Pak Gub belum merasa perlu untuk menyoroti hal itu. Setelah, pak Danny selesai, dan PJ Walikota bertugas, disitulah barangkali interest atau kepentingan Pak Gub mulai muncul, apalagi jika dikaitkan dengan Pilwali Makassar 2020. Pak Gub jelas punya kepentingan di Makassar dalam Pilwali 2020,” ungkap Arief Wicaksono.

Sementara Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai pernyataan, Nurdin Abdullah kritikan keras untuk menjatuhkan Danny Pomanto yang di sebut-sebut bakal maju kembali di pemilihan walikota Makassar 2020 mendatang.

‘Adanya pernyataan, Nurdin Abdullah karena kebetulan bersamaan dengan mendekatinya momen pilkada, bisa saja ditafsirkan oleh orang, sebagai kritik terhadap kinerja pak DP, yang kebetulan diisukan akan maju lagi di pilwali 2020,” jelas, M.Asaratillah. (*)