Penyandang Disabilitas di Bulukumba Curhat Kepada Anggota DPRD Provinsi Sulsel

oleh

MACCANEWS. – Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang digelar anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Arum Spink, Sabtu (22/6), malah menjadi ajang “curhat” sejumlah penyandang disabilitas dan pemerhati Kusta di Kabupaten Bulukumba.

Mereka mengeluhkan sejumlah kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada mereka.

“Di Bulukumba juga ada Perda Disablitas pak Arum. Tapi kami belum tahu seperti apa realisasi dari peraturan tersebut. Kami belum melihat dan merasakan dampak dari Perda tersebut, ” Ungkap Suherman, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bulukumba.

Dewan Pembina Penyandang Disabilitas, Ikhwan Bahar yang turut hadir pada acara tersebut, juga mengemukakan hal yang sama. Ketua Majelis Dai Muda Bulukumba ini menyayangkan Perda yang telah ditetapkan dua tahun silam, tapi belum ada tindak lanjut dengan Perbup.

” Setahu saya, sejak usai uji publik di DPRD dan penetapan, tidak ada lagi kabarnya. Kami pernah menanyakan ke bagian Hukum Setda, tapi jawaban yang kami terima, tekhnisnya masih dibahas ,” ungkap Ikhwan Bahar, sambil meminta eksekutif dan legislatif untuk lebih serius terhadap perlindungan dan pemberdayaan disabilitas, khususnya soal pendidikan dan pelatihan serta sarana prasarana.

Selain itu, Ikhwan juga mendesak agar penerjemah tuna rungu yang perlu lebih diperbanyak.

Mendengar uneg uneg tersebut diatas, Arum Spink mengatakan akan meneruskan masalah tersebut kepada pihak terkait, baik pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. ” Ini menjadi bagian penting dalam mensosialisasikan Perda Disabilitas yang telah ditetapkan di DPRD Sulsel ini.” jelasnya.

Mantan Ketua KPUD Bulukumba ini menyampaikan terima kasih masukannya sekaligus menyampaikan kehadirannya di Bulukumba dalam rangka sosialisasi Perda Provinsi.- ** Suaedy.-