Sambangi Enrekang Beberapa Hari Lalu, Kejati Sulsel Sejatinya Membawa Angin Segar Dalam Penindakan Dugaan Korupsi

oleh

MACCA.NEWS- Ditengah adanya dugaan Korupsi Pembangunan Bendungan Jaringan Air Baku sungai Tabang yang anggarannya senilai Rp 39 Miliar. Anggaran tersebut, bersumber dari DAK Plus tahun anggaran 2015 di kabupaten Enrekang. Kasus tersebut tengah ditangani oleh Kejati Sulsel.

Kedatangan Kejati Sulsel, Tarmizi dalam hal kunjungan kerja beberapa hari lalu di kabupaten Enrekang justru menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat, dengan adanya kasus tersebut dan beberapa barang bukti yang sudah dikantongi oleh Kejati Sulsel.

Dalam kunjungan tersebut, Kejati Tarmizi dijamu Bupati Enrekang, Muslimin Bando, bersama wakilnya, Asman di rumah jabatan Bupati Enrekang.

“Kedatangan Kejati Sulsel seharusnya membawa angin segar bagi masyarakat dalam hal penegakan hukum menuntaskan dugaan kasus korupsi yang ada di kabupaten Enrekang, itu harapan masyarakat. Kita akan mendukung dan mensupport Kejati Sulsel dalam menuntaskan seperti kasus korupsi di daerah ini sesuai bukti-bukti yang sudah ada di Kejati,” ujar sala satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Jumat (28/6).

Bahkan dia berharap Kejati Sulsel bersama jajarannya fokus mengawasi pelaksanaan proyek dan beberapa kegiatan lainnya yang dinilai berawan terjadinya indikasi korupsi, dan pengerjaan proyek yang tidak sejalan mekanisme yang ditetapkan.

“Kejati harus memantau proses berjalannya sejumlah proyek di kabupaten Enrekang. Kabupaten ini sangat rawan terjadinya indikasi korupsi, bahkan pengerjaan proyek-proyek di kabupaten Enrekang terkadang tidak sesuai mekanisme. Kejati harus memfokuskan fungsinya di daerah ini,” tambahnya.

 

“Dengan beberapa barang bukti dugaan korupsi yang sudah ada di tangan Kejati, sebaiknya pak Kejati tak melakukan kunjungan kerja apalagi menemui Bupati atau Wakil Bupati kabupaten Enrekang. Masyarakat bisa saja menduga adanya permainan antara pemerintah daerah bersama Pemerintahan daerah,” pungkasnya. (*)