Alat Pemungutan Pajak Online di Enrekang Membuat Pelaku Ekonomi Menderita

oleh

MACCA.NEWS- Adanya kebijakan pemerintah kabupaten Enrekang terkait pemasangan alat transaksi elektronik secara online dianggap mengecam masyarakat dan pelaku ekonomi di kabupaten Enrekang.

Melalui surat kerja sama Bappeda kabupaten Enrekang bersama Bank SulselBar cabang Enrekang alat tersebut membuat pengunjung pusat kuliner dikawasan Swiss Enrekang mengeluh.

“Orang berbelanja dengan harga Rp 8 ribu kemudian dikenakan pajak sebesar Rp 400. Setiap pembelian harus dipajak 10 persen. Pokoknya semua barang jualan (makanan) kena pajak. Contohnya beli makan, tambah nasi harus diinput lagi ke mesin penginput pajak. Kalau begini mending kita makan di rumah kita sendiri,” kata salah satu pengunjung Swiss. Romy, Rabu (24/7/2019).

Romy tak mempersoalkan kebijakan pemerintah daerah tersebut, akan tetapi baginya aturan pajak tersebut baginya harus disosialisasikan sebelumnya oleh pihak pemerintah agar dipahami oleh masyarakat.

“Kalau memang ada aturan baru kenapa ndak disosialisasikan terlebih dahulu??atau minimal di adakan pertemuan khusus dinas terkait dengan para pelaku usaha.

“Semua orang wajib membayar pajak, tetapi ini setiap hari orang keluarkan pajak,jadi biar gula-gula (permen) dibeli kena pajak juga,” pungkasnya. (*)