APBD Mengalir ke STKIP Muhammadiyah Enrekang, Pemda Menganaktirikan Kampus?

oleh

MACCA.NEWS- lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan (LPPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambangi Kabupaten Enrekang, Selasa (23/7/2019). Kedatangan mereka untuk melakukan audit internal terhadap STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Tim Auditor LPPK diterima langsung oleh Ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang, Yunus Busa beserta ketiga Wakil Ketua lainnya.

Turut hadir pula sekretaris dan para Anggota Badan Pembina Harian, Pimpinan Program Studi dan Lembaga serta sejumlah Staf.

Ada dua orang dari LPPK yang ditugaskan untuk melakukan audit internal di STKIP Muhammadiyah Enrekang yakni Siti Noordayat dan Yudianto. “Bersyukur sekali kami diberikan kesempatan untuk sampai ke Enrekang ini,” kata Siti Noordayat dihadapan para pimpinan dan staf STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Siti mengatakan, tidak seperti sebelumnya, yang mana pelaksana audit internal dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

Namun sejak beberapa tahun terakhir, audit internal dilakukan langsung oleh Pimpinan Pusat melalui LPPK.

Ada beberapa hal yang diperhatikan sekaitan audit internal ini.

Pertama mendalami dan mencermati hal-hal yang berhubungan dengan tata kelola dan pelaporan keuangan.

Kedua, mengkaji hal-hal yang diduga bermasalah secara cermat, mendalam, dan menyeluruh.

“Audit internal dilaksanakan setiap akhir periode kepemimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), untuk mengecek sekaligus evaluasi tata kelola keuangan institusi,” ujar Siti.
.
Sementara Ketua STIKIP Muhammadiyah, Yunus Busa, mengatakan bersyukur kedatangan tamu dari Tim Auditor dari LPPK.
.
“Kedatangan tim auditor ini akan membantu kita dalam menilai dan sekaligus memperbaiki tata kelola keuangan institusi selama satu periode ini,” katanya.
.
Bukan hanya bagian keuangan saja yang akan dinilai, tetapi setiap unit yang ada di lingkup STKIP Muhammadiyah Enrekang juga turut dievaluasi.

Bahkan STKIP Muhammadiyah mendapatkan suntikan APBD kabupaten Enrekang, dimana beberapa kampus seperti kampus kesehatan yang ada di kabupaten Enrekang butuh perhatian. Hal ini seolah menganaktirikan kampus, sebab Bupati Enrekang, H. Muslimin Bando berlatar belakang dari organisasi Muhammadiyah dan seorang guru.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah meminta pemerintah kabupaten Enrekang berlaku adil kepada semua kampus di daerahnya. Sebab, bagi M.Asaratillah kampus berperan menciptakan generasi yang akan memajukan daerah.

“Kalau saya kepala daerah memang sebaiknya berlaku adil dan fair terhadap semua kampus. Apapun latar belakang bupati tersebut sebelum terpilih,” ujar, M.Asaratillah, Rabu (24/7/2019).

Apalagi, kehadiran kampus di daerah, akan memberikan beberapa dempak positif. Pertama, dapat meningkatkan kualitas SDM nya. Kedua, kehadiran kampus di daerah menahan laju urbanisasi, anak umur kuliah akan tertahan di daerah ,sehingga uang mereka hanya berputar di daerah,” tambahnya.

M.Asaratillah berharap pemerintah kabupaten Enrekang mensupport semua program setiap kampus di daerahnya.

“Maka dari itu kepala daerah selayaknya mesti mensupport keberadaan semua perguruan tinggi, tanpa melihat latar belakang ormasnya,” jelasnya. (*)