Atasi Kekurangan Stok Darah, OPD Komitmen Donor Darah secara Berkala

oleh

 

MACCA NEWS,- Jajaran ASN  pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen untuk mendonorkan darahnya setiap 3 bulan atau secara berkala. Komitmen ini dalam upaya mendukung penurunan jumlah kematian ibu dan bayi saat persalinan. Oleh karena salah satu faktor penyebab terjadinya kematian ibu saat melahirkan adalah kurangnya stok darah di rumah sakit. Akibatnya banyak pasien yang kekurangan stok darah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan USAID-Jalin menginisiasi Gawat Darurat Donor Darah sebagai salah satu solusi lokal untuk mendorong partisipasi pendonor darah di Kabupaten Bulukumba.

Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Wahyuni menyebutkan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati tentang Pelaksanaan Donor Darah Sukarela Berkala di OPD Kabupaten Bulukumba. “Kita berharap para pegawai ikut berpartisipasi dan memberi contoh dalam gerakan donor darah. Dalam surat edaran Bupati ini, ada jadwal setiap OPD melakukan donor darah di kantornya masing-masing,” ungkap dr. Wahyuni.

Sementara itu, Bupati AM Sukri Sappewali menghimbau agar setiap kegiatan atau event yang dilaksanakan oleh instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta menjadikan donor darah sebagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Olehnya itu, pinta AM Sukri Sappewali pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Palang Merah Indonesia, harus menyiapkan personil dan sarana-prasarana pendukung agar kegiatan donor darah tersebut lebih mudah dilaksanakan dan terkoordinasi dengan baik.

“Selain untuk menyehatkan, donor darah harus menjadi gaya hidup masyarakat Kabupaten Bulukumba. Gaya hidup untuk saling menolong, saling membantu atas nama kemanusiaan,” pinta AM Sukri Sappewali saat membuka acara pertemuan dalam rangka membangun Komitmen OPD dalam Memastikan Ketersediaan Darah, yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu, 17 Juli 2019.

Pada kegiatan tersebut, Bupati bersama pejabat Pemerintah Kabupaten Bulukumba menandatangani komitmen bersama mendukung penurunan jumlah kematian ibu dan bayi lahir di Kabupaten Bulukumba yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan, PMI Kabupaten Bulukumba dan Program USAID-Jalin.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, diketahui jumlah kematian ibu saat melahirkan pada tahun 2016 sebanyak 4 orang, pada tahun 2017 meningkat menjadi 7 orang, tahun 2018 sebanyak 7 orang, dan per Juli 2019 ini sebanyak 2 orang.- Suaedy.-