Bantah Maju di Pilwali Makassar, Taufiq Fachruddin Sembunyikan Ambisi Politiknya?

oleh
Taufiq Fachruddin

MACCA.NEWS- Adanya kabar jika Taufiq Fachruddin batal bertarung di Pemilihan walikota (Pilwali) Makassar tahun 2020 dianggap masih dinamis. Artinya, Taufiq Fachruddin masih kemungkinan berniat maju di Pilwali Makassar mendatang.

Menanggapi hal tersebut, pakar ilmu politik universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono berharap Taufiq Fachruddin lebih baiknya fokus menuntaskan pekerjaannya sebagai pimpinan Perusda Sulsel, ketimbang maju di Pilwali Makassar. Bahkan berserat kabar baju kaos, Taufiq Fachruddin sudah ada sebagai bakal calon walikota Makassar.

“Pak Taufiq secara individual juga punya hak untuk maju pilwalkot. Meskipun kalau menurut saya pilihan tersebut, kurang baik buat karir beliau. Akan lebih baik jika pak Taufiq berkonsentrasi mengelola dan memajukan Perusda yang bermuara pada peningkatan PAD Sulsel,” kata Arief Wicaksono, Selasa (3/7/2019).

“Kalau dibawah beliau Perusda terbukti berkinerja baik dan berprestasi, kan beliau juga yang akan dapat manfaatnya. Soal baju tim, bisa saja relawannya yang berinisiatif. Tetapi sebaiknya beliau berkonsolidasi dulu untuk Perusda, seperti yang diamanahkan,” tambahnya.

Samentara, Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah meniliai sikap politik, Taufiq Fachruddin seakan-akan menyembunyikan ambisius politiknya di Pilwali Makassar.

“Ada beberapa kemungkinan dari sikap pak Taufiq tersebut. Pertama, mungkin pak Taufiq ingin menunjukkan ke publik kesan sikap yang low profil, kesan tdk ambisius di pilwalkot 2020. Kedua, atau menciptakan kesan, bahwa yang memotivasi beliau menjadi kandidat adalah dorongan dari akar rumput,” tambahnya.

Dari kacamata komunikasi politik, ini adalah hal-hal yang wajar saja. Tetapi kini semua kandiat, perlu lebih menunjukkan visi kepemimpinan mereka ke publik, beserta terobosan-terobosan apa yg mereka tawarkan ke publik. Serta langkah strategis untuk merealisasikannya. Ketimbang sekedar menjual citra diri dan kesan politik yg dangkal belaka. Agar publik semakin teredukasi secara politik,” pungkasnya. (*)