‘DG Punna’

oleh

 

Oleh Ruslan

Suatu ketika, Syarifuddin Daeng Punna bertemu dengan beberapa warga kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berbagai topik ia bincangkan. Mulai dari yang berat sampai yang ringan.Bahkan sesekali suara tawa pecah mendengar joke dan humor disela-sela perbincangan mereka.Sadap- begitu iaakrab disapa- nampak berbaur akrab dengan para warga tersebut.

“Pak Sadap…kalau sempat jalan-jalan ke rumah kami.Kita makan ikan bakar,” tawar Syahrir, seorang warga setempat. Interaksi antara warga dengan Sadap (yang juga akronim namanya) begitu cair dan akrab. Begitu juga jika dirinya berkeliling ke kampung-kampung lainnya di beberapa sudut kota Makassar.

Agaknya, dunia politik awalnya tak pernah terbayangkan dalam diri pria kelahiran Makassar tahun 1964 dari pasangan ayah F. Yusuf Th dengan ibunya Era Dg Baji ini. Tapi jejak hidupnya mengalir saja seperti air.Mengingat pada masa itu Sadap sudah menikmati keseharian sebagai seorang pengusaha dengan kehidupan yang berkecukupan.
Dan akhir-akhir ini, namanya pun kian santer disebut-sebut oleh masyarakat di sejumlah wilayah kota Makassar. Apalagi setelah dirinya menyatakan secara resmi ingin maju sebagai bakal calon Walikota Makassar dalam perhelatan Pilkada 2020.

Apalagi pada setiap kesempatan ke kota “Anging Mammiri” tersebut, ia tak sungkan berinteraksi dengan warga dari semua lapisan. Membantu warga yang kebetulan kurang beruntung. Bahkan ia larut dengan berbagai aktivitas warga, kongkow-kongkow di kedia kopi, warteg, pasar tradisional, resto dan bahkan bercengkerama dengan para tukang ojek di pengkolan jalan.

Karena itu, namaSadap menjadi “buah bibir” di tengah pergaulan masyarakat sebagai salahsatu kandidat walikota Makassar yang dikenal rajin turun ke masyarakat, aktif menyapa warga, keliling kampung, suka menolong. “Ah,biasa aja. Bukankah mereka juga adalah saudara kita, hanya ada yang kurang beruntung.Apa salahnya kita berbagi,” tuturnya merendah.

Salah satu tokoh masyarakat di Mariso misalnya, mengatakan Sadap adalah sosok calon Walikota dewan yang benar-benar bisa mengemban amanah rakyat.“Dia dekat dengan warga.Tidak ada sekat antara kami.Ini mi sosok pemimpin yang merakyat,” kata Muhamad Nasrun. Apalagi, lanjutnya, visi misi yang diusung Sadap sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. “Kami bersimpati dengan visi misi dia yang sangat dibutuhkan warga negara,” jelasnya.

***
Biasanya dimata kalangan pengusaha, dunia politik dianggap hanya menghabiskan waktu, pikiran dan materi.“Saya berpikiran seperti itu pada awalnya,” aku Sadap beralasan.Ada beberapa petinggi dan pengurus partai politik (parpol), diakuinya, beberapa kali mengajaknya untuk bergabung.Pendiriannya masih kokoh ingin fokus dengan profesi dan aktivitas usaha dan bisnis saja. Namun perjalanan waktu berkata lain. Ia berubah pikiran dan terjun ke dunia politik.

Syarifuddin Dg.Punna alias Sadap kemudian menjalin komunikasi dengan beberapa fungsionaris Parpol dan mengikuti pertimbangan keluarga dan sejumlah sahabatnya yang sudah duluan bergabung di beberapa partai politik.“Saya ingin melanjutkan pengabdian saya untuk kota kelahiran saya,” ujar Sadap.