Menanti Sikap Politik IAS di Pilwali Makassar

oleh

MACCA.NEWS- Mantan walikota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dijadwalkan akan menghirup udara segar besok, Senin (15/7/2019). IAS akan dikeluarkan dari Lapas kelas 1 Makassar.

Namun, ketokohan IAS masih masih sangat berpengaruh dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar yang bakal digelar tahun 2020 mendatang.

“Magnet IAS dalam perpolitikan Sulsel dan terutama Makassar harus diakui masih besar. Itu terbukti masih tingginya ekspektasi warga terhadap beliau dan masih terjaganya jaringan loyalis yang pernah dibangunnya. Maka, menurut saya akan ada perubahan konstalasi politik yang drastis di Makassar jika dia sudah bebas,” kata Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, Minggu (14/2019).

Nurmal Idrus menambahkan menjelaskan jika IAS pernah mengungkapkan akan mundur dari perpolitikan di Sulsel dengan alasan, IAS akan memfokuskan dirinya ke kegiatan sosial.

“Namun, kita masih menunggu kepastian sikapnya. Karena Pak IAS di awal menghadapi masalah hukumnya 4 tahun lalu pernah menyatakan akan mundur dari politik dan akan fokus pada kegiatan sosial,” tuturnya.

Bahkan dia menyebutkan ketokohan IAS pastinya lebih baik ketika menyatukan beberapa kekuatan figur didalam perhelatan Pilwali Makassar medatang.

“Kedua, magnet IAS terutama di di Pilwali akan sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam menyatukan kekuatan yang melekat padanya yang hingga kini masih tercerai berai. Misalnya, dia harus bisa memastikan untuk menentukan satu pilihan politiknya pada satu figur loyalisnya di antaranya Rahmatika Dewi, Syamsu Rizal, Aliyah Mustika dan Hendra Sirajuddin,” sebut Nurmal Idrus

“Jika beliau tak mampu menyatukan kekuatan itu, maka menurut saya dia juga akan kesulitan dalam mengatur rencana politiknya. Tetapi jika dia mampu menyatukan kekuatan politiknya lewat penyatuan figur figur loyalisnya maka dia akan menjadi penentu dan kembali menjadi kiblat politik di makassar,” jelas Nurmal Idrus.

Sementara Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah meyakini ketokohan IAS sangat mempengaruhi sikap politik masyarakat di pilwali Makassar mendatang.

“Beliau masih punya loyalis, jejaring dan modal politik yang besar di Makassar. Saya yakin beliau akan tetap terlibat di pilwali Makassar, walaupun hanya di belakang layar. Soal siapa yang akan diendors di panggung depan politik pilkada Makassar, kita lihat nanti,” jelasnya. (*)