Mulawarman Tantang Irfan Jaya Buktikan Jumras Terima Fee

oleh

MACCA.NEWS- Mulawarman wartawan senior dan diketahui publik punya hubungan keluarga Jumras Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel,

Mulawarman dengan lantang menantang, Irfan Jaya melaporkan Jumras ke Polisi, karena menurut pengakuan Irfan di forum Panitia Hak Angket. Jumras meminta fee dua pengusaha langganan Pemkab Bantaeng, Anggu dan Feri.

Menurut Mulawarman, karena Irfan Jaya yakin dan menyaksikan langsung Jumras meminta Fee, maka Jumras wajib dilaporkan ke Polisi karena meminta fee itu, sala dengan memeras yg dimintai fee. “Irfan dengan pengakuannya itu, ingin mengatakan Jumras memeras Anggu dan Feri,” kata Mulawarman, Selasa (17/2019).

Agar Irfan kuat, Mulawarman, meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membuka dengan isi rekaman pertemuan Jumras, Anggu, Feri dan Sumardi ke publik, agar ketahuan semuanya. Termasuk apakah Irfan Jaya memberi kesaksian palsu dibawa sumpah di sidang terhormat Hak Angket DPRD Sulsel atau kesaksiannya itu benar.

Kalau rekaman itu, berceritera Irfan Jaya bohong. Maka Irfan harus menerima resiko telah bersumpah dibawah kita suci Alquran dengan berbohong. Irfan telah membohongi Panitia Hak Angket dan publik ata masyarakat. “Irfan harus meminta maaf pada Anggota DPRD Sulsel,” kata Mulawarman.

Seperti diketahui keterangan Jumras Senin malam kemarin di depan panitia Hak Angket, selain Nurdin Abdullah memperlihatkan surat Anggu dan Feri, dua pengusaha langganan Pemkab Bantaeng, Nurdin Abdullah juga mengaku memegang rekaman percakapan Jumras dengan Anggu, Feri dan Sumardi Kakak Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman yg kini menjabat Kadispemda Pemprov Sulsel.

“Buka rekaman itu, agar Jumras bisa dipenjara jika omongan Irfan benar, bahwa Jumras meminta fee 7,5 persen dari proyek yg sekarang ini sudah dimenangkan oleh Anggu dan Feri. Ayo Pak Gubernur buka, sebagai bukti bahwa Pak Gubernur pro pada pemberantasan korupsi dan bukti kalau Pak Gub bersih. Bukan sok bersih,” kata Mulawarman.

Mulawarman dengan tegas sangat meminta komitmen Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, yang akan menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dibawa kepemimpinannya. Dan komitmen itu, tambah Mulawarman, hendaknya tidak hanya jadi janji dan slogan kampanye di masa Pilkada.

Mulawarman lalu menceritakan, kalau yg mengundang Jumras ke tempat Irfan adalah Sumardi Kakak Wagub dan ketika Jumras tiba di tempat itu, sudah ada Anggu dan Feri, kemudian Sumardi perkenalkan Irfan ke Jumras, kalau tempat itu tempat Irfan keluarganya. “Kata Sumardi ke Pak Jumras, Irfan masih keluarga dekatnya,” sambung Mulawarman mengingatkan.

Dikatakan oleh Mulawarman, Irfan Jaya selain berupaya mengaburkan peristiwa sesungguhnya, juga berupaya melindungi Sumardi Kakak dari Wakil Gubernur Sulsel, untuk tidak dilibatkan dalam kasus ini. Padahal keterlibatannya sangat jelas. Sumardilah yg menekan Jumras agar proyek itu diberikan ke Anggu dan Feri, karena keduanya telah membantu di Pilgub kemarin.

Jejak digitalnya jelas, ada rekamannya di tangan Gubernur. Dan kalau saja, Gubernur mau membukannya, saya bisa pastikan Hak Angket akan berakhir manis.

Mulawarman mengaku curiga kalau yg merekan pertemuan itu, adalah Irfan, karena Irfan memotrek pertemuan itu diam-diam dari luar. Buktinya, foto2 pertemuan itu telah ditunjukkan oleh Irfan Jaya ke Panitia Hak Angket.

Mulawarman kemudian yakin setakin-yakinnya, Irfan Jaya ingin lindungi Sumardi.

“Saya ditelpon beberapa teman, agar Wagub dan saudara-saudaranya jangan dikait-kaitkan dengan masalah yg dihadapi Gubernur Nurdin Abdullah. Termasuk Jumras ditelpon oleh saudaranya Sumardi, agar tidak menyebut-nyebut Sumardi kalau beri keterangan di Hak Angket DPRD Sulsel,” pangkas Mulawarman pada wartawan di Warkop Dg Sija. (*)