Nurdin Abdullah jangan Sok Bersih

oleh
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) Bersama Juru Bicaranya, Bunyamin Arsyad (Ben)

MACCA.NEWS- Lagi-lagi Mulawarman yang akrab disapa sang wartawan senior berkomentar keras, atas mangkirnya SKPD Nurdin Abdullah dari undangan Panitia Hak Angket DPRD Sulsel, Senin (8/7/2019) kemarin.

“Kalau Nurdin Abdullah bersih dan tidak bersalah, kenapa SKPD takut datang ke forum Hak Angket,” kata Mulawarman, tentang ketidak hadiran 3 SKPD Pemprov Sulsel di forum Hak Angket DPRD Sulsel, senin kemarin.

Mulawarman yang pengamati perjalanan sidang hak angket ini, mengaku hampir memastikan kalau ketidak hadiran SKPD di Pemprov Sulsel itu, atas sepengetahuan Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulsel yg menjadi objek Hak Angket DPRD itu. “Kecil kemungkinannya, Nurdin Abdullah tidak mengetahui ketidak hadiran bawahannya di forum Hak Angket DPRD Sulsel,” tambah Mulawarman menduga.

Kalau Nurdin Abdullah tidak bersalah dan bersih, lanjut Mulawarman, seharusnya dia mendorong dan memotivasi SKPD Pemprov Sulsel untuk hadir di forum terhormat itu. Tidak ada alasan, bagi Nurdin Abdullah untuk tidak mendorong SKPD untuk memenuhi undangan DPRD.

Karena itu, Mulawarman yakin, kalau Nurdin Abdullah takut kesalahannya dan kekotorannya ketahuan publik Sulsel.

“Mana ada sih, ada manuasia atau pejabat yg bersih banget di dunia ini, apalagi di negeri kita ini,” ujarnya.

JANGAN SOK BERSIH

Mulawarman kemudian meminta Nurdin Abdullah untuk tidak sok bersih dengan menuduh pejabatnya yg pejabat di saman Syahrul Yasin Limpo jadi Gubernur Sulsel, semuanya kotor, tidak bersih. Semuanya harus dicopotnya dan diganti. “Jangan sok bersilah,” ujar Mulawarman.

Mulawarman lalu meminta Panitia Hak Angket memanggil Kadis PU dan Tim Pokja 30 yg menyelenggarakan lelang proyek Pemprov Sulsel, serta pejabat LPSE untuk dimintai penjelasan, kenapa Proyek Peningkatan Jalan Ruas Palampang-Munte-Botolempangan, proyek yg diketahui pernah diminta oleh pengusaha bernama Anggu di Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel waktu dijabat Jumras dan Jumras waktu itu menolak memberikannya karena sudah tender.

Kenapa proyek itu ditender ulang, tanya Mulawarman, kenapa ditender proyek itu sampai ditender ulang. Dan kenapa yg menang adalah Anggu, kenapa tender proyek itu dimenangkan oleh perusahaan dimana Anggu sebagai direkturnya.

“Panitia Hak Angket, bisa lihat data atau bukti deri LPSE Pemprov di LPSE.Sulselprov.go.id,” tambah Mulawarman memitan Hak Angket menanyakan juga kasus tender ulang ini kepada Jumras mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel.

“Begitupula dengan tender ulang proyek Peningkatan Jalan Ruas Soppeng-Batas Sidrap yg juga pernah diminta Anggu bersama Fery di Jumras, namun Jumras menolak, kenapa ditender ulang dan dimenangkan oleh perusahaan yg diketahui sering dipakai oleh Fery,” ungkap Mul seraya meminta Panitia Hak Angket mencari tau penyebab dilakukannya tender ulang proyek Jalan di Kabupaten Soppeng itu.

Mulawrman juga meminta kepada Panitia Hak Angket DPRD Sulsel mempertanyakan pula, kenapa proyek pengadaan Itik di Dinas Peternakan Pemprov Sulsel ditender ulang dan apa memang perusahaan ibu Hajrah memenuhi syarat sehingga menang tender ulang proyek pengadaan Itik itu. “Ibu Hajra ini, menurut sejumlah sumber saya, adalah istri almarhum Kadis PU Kabupaten Bantaeng dan sahabat kental Ibu Mega saudara Pak Gubernur,” tambah seraya bersyukur karena diketahuinya Panitia Hak Angket akan memanggil Ibu Hajra, dan jika menolak akan dilakukan pemanggilan paksa oleh Panitia Hak Angket.

Mengakhiri komentarnya, Mulawarman mengecam perwakilan KPK yg hanya mau mencari tau perjalanan fikti Anggota DPRD Sulsel, tetapi tidak mau mencari tau bagi-bagi proyek Gubenur Sulsel ke kerabatnya seperti yg diberitakan banyak media. (*)