Pakar Sebut ada Tekanan Politik yang Kuat Membuat Ashari Abaikan Pansus Hak Angket

oleh
Ashari Fakhsirie Radjamilo

MACCA.NEWS- Sudah sebanyak dua kali mantan PJ Sekprov Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo tidak memenuhi panggilan penyelidikan pansus hak angket DPRD Sulsel.

Pamanggilan, Ashari Fakhsirie Radjamilo terkait terjadinya dualisme kepemimpinan antara Gubermur dan wakil Gubernur Sulsel, dan beberapa kebijakan Pemprov Sulsel yang menyalahi aturan.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menganggap ketidak hadiran, Ashari Fakhsirie Radjamilo dalam sidang pansus hak angket disebabkan adanya tekanan politik yang kuat dari pimpinannya (Gubermur/wakil Gubernur).

“Bisa jadi karena beberapa kemungkinan. Bisa jadi karena beliau berhalangan, bisa jadi karena adanya tekanan politik yang kuat, bisa jadi karena beliau tidak mau terlibat jauh dengan soal-soal yang diangkat oleh pansus angket, atau gabungan dari ketiganya,” kata M.Asaratillah, Kamis (11/7/2019).

M.Asaratillah berharap, Ashari Fakhsirie Radjamilo yang juga pernah menjabat kepala BKD Sulsel untuk hadir memberikan keterangan dihadapan pansus hak angket, demi mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik di Sulsel.

“Tetapi, beliau mesti upayakan untuk hadir karena beberapa alasan. Alasan pertama, kehadiran beliau bisa membantu pansus angket untuk mengungkap apa yang sebenarnya erjadi. Alasan kedua, kehadiran beliau menunjukkan itikad baik untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Dan ketiga, karena memang di undang-undang pansus bisa memanggil siapa saja, dan tidak eloklah di mata publik, jika dipemanggilan ketiga beliau mesti dijemput paksa oleh aparat,” jelas M.Asaratillah. (*)