Paket UQ-Daeng Ichal Disebut Miliki Modal Besar Menangkan Pilwali Makassar

oleh

MACCA.NEWS- Bakal calon walikota Makassar, Sukriansyah S Latief (UQ) terus bergerak melakukan perkenalan dan sosialisasi untuk bertarung pada Pilwali Makassar tahun 2020 mendatang.

“Saat ini saya terus melakukan tahapan perkenalan sebagai bakal calon walikota. Setiap kali saya mengunjungi dan menghadiri undangan silaturahmi bersama warga, saya selaku menyebutkan saya maju sebagai bakal calon walikota,” kata UQ, Jumat (5/7/2019).

UQ juga tak mempermasalahkan jika nantinya didampingi oleh, Syamsu Rizal (Daeng Ichal) di Pilwali Makassar mendatang.

“Siapapun wakil saya nantinya, termasuk Daeng Ichal, intinya memiliki kesamaan visi dan misi membangun kota Makassar,” tambahnya.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai jika saja, UQ-Daeng Ichal berpasangan di Pilwali Makassar maka dia menilai pasangan ini tergolong pasangan kuat dan saling melengkapi.

‘Kalau mengkalkulasi modal politik keduanya, maka pasangan UQ-Daeng Ichal adalah pasangan yang terhitung kuat,” kata M.Asaratillah

“Secara personal, Ichal sangat dikenal ramah oleh warga Makassar, pernah menjabat sebagai wakil walikota yang sedikit banyaknya memberikan modal jejaring politik ke tingkat grassroot. Dan saya yakin masih memiliki jalur komunikasi dengam beberapa birokrat pemkot,” tambahnya.

M.Asaratillah menilai, UQ punya pengalaman memarketing diri dengan pengalaman sebagai sebagai mantan pimpinan sebuah media besar di Sulsel.

“UQ adalah orang media, punya pengalaman begaiamana memarketing diri, gerbong politik yang dikabarkan memback-up adalah gerbon menteri pertanian dan sekarang beliau sudah cukup populer di warga Makassar,” kata M.Asaratillah.

Sementara Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus mengungkapkan pasangan UQ-Daeng Ichal memiliki personal yang sama untuk memenangkan Pilwali Makassar.

“Keduanya nyaris sama secara personal. Kelebihan UQ karena bisa diandalkan dalam jaringan nasional yang kurang dimiliki Dg Ical. Tapi, dari sisi elektoral dan penguasaan basis massa, Dg Ical jauh lebih unggul dari UQ. Popularitas dan tingkat kesukaan pemilih sampai hari ini, Dg Ical masih lebih baik dari UQ. Ini wajar karena Dg Ical adalah mantan wawali dan selama ini berkiprah di perpolitikan Sulsel. Beda dengan UQ yang baru muncul dan lebih banyak berdomisili di Jakarta,” kata Nurmal Idrus.

Nurmal Idrus mengutarakan UQ-Daeng Ichal adalah perpaduan yang saling melengkapi dengan penguasaan basis pemilih pemula.

“Jika keduanya berpasangan tentu akan semaki menguatkan. Mereka akan menguasai basis pemilih di segmen millenial dan pemilih lebih muda. Tapi mereka akan keteteran di tingkat pemilih tua” jelasnya. (*)