Perjalanan Dinas Gubernur ke Jepang Disebut Fiktif, Pansus: Ada Penumpang Gelap Tiba-Tiba Muncul

oleh
Fahruddin Rangga

MACCA.NEWS- Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel Muhammad Hatta yang menyebutkan ada kesalahan dalam perjalanan dinaa Gubernur Nurdin Abdullah dan enam orang Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) ke Jepang.

“Ada bukti Pak Gubernur NA melakukan perjalanan dinas ke Jepang, hasil perjalanan dinas juga ada dan itu untuk kepentingan masyarakat Sulsel, jadi apa yang fiktif. Fiktif itu kalau ada laporan penggunaan anggaran, tapi kegiatannya tidak ada,” tegasnya.

Menurutnya, dalam proses penggunaan anggaran, pihak pemerintah daerah juga pastinya akan menggunakan jasa pihak ketiga untuk pelaksnaaannya.

“Seperti untuk perjalanan ke luar negeri, saya rasa tidak menjadi penting siapa pemilik perusahaan travel yang digunakan. Tapi, paling penting apakah perusahaan tersebut memiliki kualifikasi untuk penyediaan jasa itu. Soal biaya apakah sesuai atau tidak, saya rasa harga tiket dan akomodasi dapat dicek langsung,” urai Muslim.

Sementara Anggota pansus hak angket DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga menjelaskan seluruh penggunaan anggaran harus jelas peruntukannya.

“Seluruh anggaran yang tertuang dalam APBD sangat jelas peruntukkannya. Dan nomenklatur yang mengatur, kalau kemudian ada kegiatan yang dibebankan anggaran nya dari APBD itu pelanggaran perda karena berarti mengubah nomenklatur dan merupakan penumpang gelap yang tiba tiba muncul,” kata Fahruddin Rangga.

“Apalagi mengatasnamakan kepentingan Sulsel itu alasan subyektif. Kalau Gubernur dan wagub menggunakan sah-sah saja karena nomenklaturnya memang belanja perjalanan gubernur dan wagub. Tetapi digunakan oleh orang lain apalagi diluar struktur pemerintah tentu itu penyalahgunaan anggaran namanya,” jelas Fahruddin Rangga. (*)