PJ Walikota Tak Hadiri Rapat, Arief: Gubernur Kebiasaan Bawa Perasaan di Media

oleh

MACCA.NEWS- Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mempertanyakan alasan tidak hadirnya Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, dalam rapat persiapan Hari Anak Nasional (HAN), di ruang rapat pimpinan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (8/7/2019).

Hal tersebut disampaikan Nurdin Abdullah dalam arahannya didepan jajaran pejabat yang hadir dalam rapat itu.

“Pak wali (Wali kota Makassar-red) di mana? Diundang? Kok tidak hadir?. Gubernur saja hadir. Di mana etikanya, gubernur pimpin rapat wali kota diwakili. Ini penting loh, saya tidak main-main. Yang lain boleh ditinggal, tapi hari ini walikota harus hadir, karena ada kebijakan yang akan diambil,” kata Gubernur.

“Ini catatan, wali kota bisa saya ganti kapan saja. Ini rapat penting, apalagi Presiden RI, Joko Widodo akan hadir,” sambungnya.

Menanggapi pernyataan Gubermur Sulsel, Nurdin Abdullah, pengamat politik dari Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono mengatakan bukan persoalan hak Gubermur mencopot PJ Walikota Makassar. Arief Wicaksono menjelaskan tanpa kehadiran PJ Walikota tidak mengurangi subtansi rapat tersebut.

“Bukan soal Gubernur berhak atas semuanya atau tidak. Jika PJ Walikota mengirimkan Kepala OPD untuk memenuhi undangan rapat, apakah substansi rapat itu berkurang atau tidak?. PJ Walikota diusulkan oleh Gubernur dan disetujui oleh Kemendagri,” kata Arief Wicaksono.

“Jadi ini soal koordinasi saja sebetulnya. PJ Walikota tidak koordinasi dengan Gubernur sebelumnya, untuk mengirim utusan. Problemnya, Gubernur Sulsel adalah media darling. Sehingga nampaknya sudah terbiasa menyatakan pendapat dan perasaannya di depan media tanpa melalui kanal humas atau staf ahli medianya,” jelas Arief Wicaksono. (*)