Proyek Dipaksakan dan Melanggar, Bupati Enrekang juga Disebut Berbohong Sudah Dirasakan Masyarakat

oleh

MACCA.NEWS- Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 39 Miliar sarat bermasalah. Sebab, terkesan dipaksakan dan dicairkan sebelum persetujuan anggaran.

Ada unsur kecurangan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Enrekang dibawa kepemimpinan Bupati, H.Muslimin Bando. Anggaran yang tertuang pada APBD tak seharusnya digunakan sebelum adanya persetujuan DPRD.

“Anggaran Negara yang digunakan sebelum disahkan maka itu pelanggaran. Karena ini anggaran Negara harus jelas peruntukannya,” kata anggota DPRD kabupaten Enrekang, Andi Hendra, Selasa (30/7/2019).

Terkait penggunaan anggaran DAK, ketua DPRD kabupaten Enrekang, Disman Duma menyebutkan pengerjaannya sangat dipaksakan, dengan di pecah-pecahkan. Bahkan, Disman Duma menyebutkan Pemerintah pusat melalui kementerian PUPR tak mengetahui adanya proyek bersumber dari DAK itu dipecah-pecahkan.

“Saya sudah konfirmasi ke kementerian PUPR, mereka tidak mengetahui adanya pemecahan pelaksanaan proyek dari DAK yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Enrekang,” kata Disman Duma.

Bahkan Disman mengatakan pelaksanaan proyek dipaksakan, DPRD tidak pernah melakukan persetujuan pada APBD perubahan.

“Saya kaget tahun 2016 muncul, DAK masuk senilai Rp 39 Miliar,” sebutnya.

Dengan begitu, Bupati Enrekang Muslimin Bando membantah adanya pemecahan proyek DAK senilai Rp 39 Miliar menjadi 129 paket atas saran kementerian PUPR.

“Kementerian menyarankan agar dilakukan tidak dalam satu titik, jadi dipecahkan. Karena tidak mungkin diselesaikan dalam waktu satu bulan. Bahkan proyek tersebut sudah diselesaikan dan sudah dirasakan oleh masyarakat,” kata, Muslimin Bando.

Menanggapi pernyataan Bupati Enrekang, Muslimin Bando yang mengatakan proyek proyek pipa bersumber dari DAK itu sudah dirasakan oleh masyarakat. Namun kenyataannya masih yang belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau pak bupati katakan itu sudah selesai di kerjakan dengan baik dan sudah di manfaatkan masyarakat dengan baik maka saya katakan bahwa pak Bupati itu pembohong,” kata salah seorang warga kabupaten Enrekang, Hasbullah.

Sementara tokoh pemuda kabupaten Enrekang, Irwan sesuai pemantauannya mengatakan Bupati Enrekang Muslimin Bando berbohong mengatakan proyek tersebut telah selesai dan sudah di manfaatkan oleh masyarakat.

“Jawaban saya yang terjun langsung ke lapangan, tidak bermanfaat sama sekali. Malahan ada pipa selama di pasang tidak pernah dialiri air. Saya berharap kita semua cek langsung ke lapangan, penegak hukum juga harus kroscek, pak Bupati bohong mengatakan sudah dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya. (*)