Secara Psikologis, Nurdin Abdullah Dinilai Panik Hadapi Hak Angket

oleh
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) Bersama Juru Bicaranya, Bunyamin Arsyad (Ben)

MACCA.NEWS- Pansus hak angket DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap 4 pejabat eselon Pemprov Sulsel, pada Senin pekan depan.

Pemeriksaan tersebut terkait dualisme kepemimpinan Pemprov Sulsel, dan beberapa kebijakan lainnya yang diduga melanggar undang-undang.

“Ada empat pejabat yang akan kita periksa pada tahapan pertama. Mereka qntara lain Kepala BKD, mantan plt kepala BKD, mantan plt Sekda, dan kepala biro hukum,” kata anggota pansus hak angket, Selle Ks Dalle, Jumat (5/7/2019).

Anggota pansus hak angket lainnya, Fahruddin Rangga mengatakan seluruh anggota pansus tidak sedikit pun memikirkan kegagalan dalam menjalankan seluruh tahapan termasuk tahapan penyelidikan dari hak angket.

“Kami di pansus hak angket belum pernah memikirkan kegagalan dalam menuntaskan praduga ini. Yang kami pikirkan adalah muara akhir dari hak angket ini. Biarkan proses penyelidikan berjalan, disitu perlahan qkan terungkap dengan sendirinya pelanggaran perundangan apa saja yang telah dilakukan gubernur dan wakilnya,’ kata Fahruddin Rangga. Karena kami tidak ingin ada kesan fitnah sebelum penyelidikan,’ kata Fahruddin Rangga.

Terkait hak angket itu, Gubermur Sulsel, Nurdin mengaku santai dan tidak memiliki persiapan apapun jika dipanggil nantinya. Nurdin juga tak ambil pusing soal isu pemakzulan yang bisa saja terjadi. Dia mengaku siap dipecat jika rakyat sudah tak menginginkannya jadi Gubernur.

Menanggapi pernyataan, Nurdin Abdullah anggota pansus hak angket DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga menganggap jika Nurdin Abdullah sudah panik terkait hak anggota DPRD dalam menggunakan hak angketnya.

“Secara psikologis ini justru bentuk kepanikan, kalau ndak panik kenapa perlu diungkapkan,” jelas Fahruddin Rangga. (*)