Dosen FKM UPRI, Bahas Konsep “Satu SKM Satu Desa”

oleh
Diskusi Pemantapan konsep satu SKM satu desa

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universita Pejuang Republik Indonesia (UPRI), menggelar diskusi di kantor LSM YMH, di jalan Pelita, Jumat(30/09/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka, pembahasan konsep satu SKM satu desa yang sedang dicanangkan pemerintah.

“kiranya penjabaran konsep paper ini tetap mengusung strategi pemberdayaan masyyaraat sebagai salah satu pilar utama supya keberadaan SKM di desa benar-benar mampu memandirikan masyarakt untuk hidup sehat.” Usul, Zainuddin yang merupakan salah seorang dosen di FKM UPRI sekaligus presidium forum informasi dan komunikasi LSM Sulsel (FIK-Ornop).

Lebih lanjut, dalam pembahasan dipetakan beberapa konsep inti diantaranya dasar hukum pengembangan kebijakan, tujuan yang akan dicapai, strategi dan pendekatan, kerangka kerja, tugas dan fungsi SKM di desa, dukungan yang dibutuhkan, dan, peluang serta tantangannya.

Melanjutkan, dosen FKM UPRI, ingin menginisiasi kebijkan tersebut, dan membantu gagasan Plt. Kadis Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Baso Bahtiar mengenai inovasi program pembanguan kesehatan di Sulawesi Selatan.

Pertemuan dosen FKM UPRI dengan Kabid Kesmas Prov. Sulsel

Jika konsep ini dapat direalisasikan, maka akan menjadi inovasi yang dapat direplikasikan, secara nasional oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan merupakan katalisator pencapaian tujuan program nasional seperti Germas, stunting, dan PIS-PK.

Sementara Adam Badwi yang merupakan Doktor Sosiologi Kesehatan menyatakan, keberadaan SKM di desa terasa kebutuhannya karena profesi ini akan mengawal upaya pencegahan penyakit.

“Bersumber daya masyarakat karena saat ini kelihatannya penyakit-penyakit menular dan tidak menular mengalami tren yang meningkat dimana penyakit tersebut sesungguhnya dapat dicegah secara mandiri oleh masyarakat”. Ungkapnya.(lim)