Kemarau Persediaan Air Banyak, BPBD Makassar Imbau Waspada Kebakaran

oleh
Foto ilustrasi saat air keran tak mengalir

Memasuki musim kemarau dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Makassar Haris Yasin Limpo, mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan sumber air baku. Sebab menurutnya bendungan Bili-Bili yang berada di Malino, Kabupaten Gowa dan juga bendungan Pamukulu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan air untuk warga kota Makassar.

“Untuk persoalan air baku, karena ini adalah tanggung jawab dari pemerintah pusat disampaikan kepada kita semua sumber air baku kebutuhan yang akan datang mulai tahun 2025 itu sebenarnya agak lebih banyak, kenapa banyak, karena ada dua bendungan yang sudah siap dibangun pertama yang di dekat, Bili-Bili dan Pamukulu”, kata Haris.

Dia menjelaskan, kapasitas bendungan yang dekat dengan bendungan Bili-Bili itu sangat besar, bahkan kemarin dapat menyebabkan banjir. Dan di tambah proyek strategis Maminasata, sehingga sumber air baku bisa lebih aman.

Ia menyebutkan, ketersedian air di pengaruhi berdasarkan jumlah penduduk, di karenakan air merumakan kebutuhan komsumsi. Lebih lanjut kehadiran dua bendunga baik yang ada di Gowa dan Takalar sudah lebih dari cukup terhitung persediaan air ditahun 2030.

“Meski begitu kita harus persiapkan dari sekarang, kalau daerah kita Makassar di ambil di Takalar karena kebutuhan warga disana tidak sebanyak disini (Makassar) kebutuhan kita itu cuma 1000 meter/kubik”, ucapnya.

Disisi lain sekertaris BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kota Makassar Khaeruddin mengatakan, di musim kemarau seperti saat sekarang, warga lebih memperhatikan pemicu kebakaran, lantara saat musim kemarau jika terjadi kebakaran, maka api akan cepat menyebar.

“Warga perlu waspada akan terjadinya kebakaran, perhatikan hal-hal yang dapat menimbulkan kebakaran contohnya tidak menyimpan bahan yang mudah terbakar dekat kompor, tidak menjadikan satu saklar dengan banyak cantelan, periksa kompor gas sebelum tidur serta saat meninggalkan rumah, kamipun kader tangguh bencana siap disetiap kecamatan sebagai corong”, kata Daeng Awing sapaan karib Khaerudin. (Nur).