Lewat Petisi Ratusan Alumni Perikanan Unhas, Minta Pj Walikota Makassar Cabut Izin Pertunjukan Sirkus Lumba-lumba

oleh
Petisi yang di tanda tangani di web change.org

Alumni mahasiswa perikanan Universitas Hasanudin ramai-ramai menanda tangani petisi dilaman change.or. Petisi tersebut di tunjukan kepada Pj Walikota Makassar, atas di adakannya sirkus bertajuk lumba-lumba dan aneka satwa.

“Ini bentuk penolakan kami, saya sebagai sarjana perikanan menantang keras di gelarnya kegiatan itu, kalau bisa jangan karena sama halnya menyiksa hewan dengan dilibatkan dalam sirkus”, kata Rahmatullah Arsyad, Jumat(2/08/2019)

Ullah sapaan karib Ramatullah mengatakan, dirinya mengetahui pertunjukan sirkus lumba-lumba itu dari akun instagram @mallpanakukang. Di akun, dia melihat tanggal berlangsungnya pertunjukan, yang berlangsung pada tanggal 3 Agustus-1 September mendatang, bertempat di area parkir Mall Panakukang.

Menurutnya menampilkan lumba-lumba untuk menghibur telah melanggar undang-undang perlindungan hewan. Ia menilai bahwa pemerintah sangat lemah menegakkan peraturan.

“Peraturan sudah jelas ada namun masih tetap diabaikan. Pemerintah harusnya dapat bersikap tegas dalam hal ini”, ucapnya.

Harapannya setelah turut ambil bagian petisi yang dibuat Ahsin Ariffuddin, acara dapat dibatalkan, sehingga menjadi contoh kedepanya.

Pamflet yang di unggah di akun @mallpanakukang

Selaras dengan Ullah, temanya bernama Abdalia juga ikut menanda tangani petisi, agar suaranya dapat tersampaikan kepada Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb. Guna mecabut izin tampil acara yang melibatkan hewan atau satwa.

“Jadi kenapa saya ikut itu petisi, memang acara seperti itu sama saja menyiksa hewan karena habitat asli lumba-lumba ya. Di laut lepas bukan di kolam. Acara seperti ini masuk eksploitasi hewan”, tegas Abdalia.

Pemerintah harusnya memperhatikan dari sisi hewannya juga, tida asal memberi izin. Harapan kedepannya lebih mepertimbangkan, segi kelayakannya dan kenyamanan bagi binatangnya.

Diketahui web perusahaan sosial yang jadi wadah kampanye dan mobilisasi pendukung (change.org), menargetkan 10.000 dukungan. Namun, sejak berita ini dibuat dukungan sudah mencapai 15.000.(Nur)