Pemkot Makassar Lebih Ketat Lagi Melakukan Pengecekkan Hewan Kurban

oleh
DP2 kota Makassar melakukan pengecekkan hewan kurban dan dilihat langsung Pj Walikota Makassar

Beberapa hari mejelang idul adha pemerintah kota makassar makin ketat mengawasi dan melakukan pengecekkan kesehatan kurban. Hal ini dilakukan guna mengetahui kelayakan hewan yang akan dikurbankan oleh masyarakat.

“Sebaiknya masyarakat yang mau membeli hewan kurban agar terlebih dahulu mengecek surat kesehatan hewan yang kita berikan, itu supaya mereka tahu mana hewan yang layak dijadikan kurban dan mana yang tidak”, jelas kepala bidang perternakan dan kesehatan hewan kurban dinas peternakan dan perikanan(DP2) kota Makassar Herliyani, Rabu(07/08/2019).

Herliyani menyebutkan ciri-ciri hewan yang layak dijadikan hewan kurban dari segi umur berusia dua tahu dengan di tandai berubahnya dua gigi seri dan gigi susu menjadi ggi tetap. Sedangkan dari segi fisik yaitu tidak cacat, seperti telinga dan cuping hidung tidak robek, tidak pincang dan lengkap secara fisik.

selain itu, hewan kurban juga harus sehat dan tidak mengalami penyakit tertentu, mata sehat tidak megalami katarak, tulang punggung rata, tidak terjadi pembengkakan pada kelenjar pertahanan, dan tidak menderita antraks.

Dari hasil periksaan  1.097 hewan kurban, namun hanya 870 ekor yang dinyatakan layak sedang 227 ekor lainnya tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban. Pemeriksaan terus dilakukan sampai usai idul adha, DP2 bekerja sama dokter hewan yang berasal dari kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Bosowa beserta beberapa tim Ikatan Dokter Hewan Indonesia turut membantu.

Sedang selasa kemarin Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar melakukan kembali pengecekan kesehatan langsung, pada penjual hewan kurban yang berada di Jalan Ramang, Kecamatan Biringkanaya. Kegiatan itu juga dipantau langsung oleh Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb.

Hapitresya, Tim Laboratorium Kedokteran Hewan Unhas menyebutkan, ada 250 hewan kurban yang diperiksa kesehatannya (Ante Mortem) sebelum dilakukan pemotongan dan sesudah dilakukan pemotongan.

“Semuanya sehat, kita sudah lakukan pengambilan sampel darah di hari Sabtu lalu, dan hasilnya sudah keluar dengan status negatif penyakit antraks. Ini yang penting karena penyakit yang paling bahaya adalah antraks,” ucapnya.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb yang melihat pemeriksaan hewan kurban tersebut, menilai sapi tersebut layak dikonsumsi.

“Alhamdulillah, sapi di sini kelihatan sehat dan bugar. Matanya bersih dan fisiknya tidak ada yang terluka. Saya juga terima kasih kepada tim dokter yang bekerja keras seminggu ini untuk memastikan hewan-hewan kurban kita sehat dan layak,” katanya.

Iqbal juga tidak lupa mengimbau agar masyarakat yang memiliki sapi kurban agar tetap memegang kartu kesehatan hewan kurbannya masing – masing. Dan menunjukkan kartu tersebut kepada petugas DP2 saat akan mengambil hewan kurbannya. (Nur)