Warga Khawatir Tak Bisa Masak Saat Idul Adha, Disdag Bentuk Tim Pengawas

oleh
Foto Istimewa Ilustrasi

Menjelang idul adha banyak warga yang mengeluhkan keberadaan tabung gas elpiji 3kg langka dipasaran. Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat banyak, terlebih gas juga merupakan, salah satu kebutuhan pokok, terutama untuk memasak, seperti yang dirasakan oleh Rafida salah satunya.

“Saya khawatir pas kita masak-masak untuk lebaran nanti tabung gas tidak ada, lantas bagaimana cara kita memasak apalagi disekitar sini hampir semua kios dan agen yang di datangi bilang belum datang stok, sekalinya beli di luar agen harga melonjak dari yang Rp 15.000 naik RP 30.000”, kata Rafida, salah satu warga perumnas antang blok VIII, kelurahan Manggala, kecamatan Manggala, Rabu(07/08/2019).

Dia menyebutkan kemarin, dirinya sempat mencari kesemua toko-toko mencari tabung ukuran melon tersebut, bahkan sampai ke daerah Borong. Ia kurang mengerti, mengapa tiba-tiba tabung berwarna hijau ini menjadi langka dan sulit di dapatkan di pasaran.

Perempuan muda ini mengatakan, Ia harus memantau terus agen-agen yang ada di wilayahnya. Karena bila terlambat sedikit saja, maka dia akan kehabisan gas bersubsidi dari pemerintah itu.

“Harapannya kita mau pemerintah segara menyelesaikan persoalan ketersedian gas, karena sebentar lagi mau lebaran jangan sampai kita terancam tidak masak buat keluarga”, ujarnya.

Kepala dinas perdagangan kota Makassar, Muhamad Yasir mengungkapkan tak perlu khawatir dengan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg. Sesegera mungkin pihaknya membentuk tim pengawas dan mencari tau penyebab, ketiadaan stok ini.

Jika di temukan penimbunan akan di beri tindakkan keras. Menurutnya pada ranah itu ada unsur pidana sehingga menjadi tanggung jawab aparat kepolisian.

“Kalau penimbunan itu telah masuk ranah pidana, dan itu bisa di proses secara hukum”, kata Yasir.

Yasir juga sudah memberi imbauan pada pelaku usaha rumah makan, agar tidak lagi menggunakan tabung gas elpiji 3 kg mengingat peruntukannya bagi keluarga prasejahtra.

“Rumah Makan juga sudah kita imbau untuk tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kg, dan mereka sepakat mengkonversi ke tabung ukuran 5 kg bahkan ada yang sampai ke 15 kg. Tapi kalau ada yang kita temukan bekukan izinnya”, tegasnya (Nur)