Cegah Aliran Syiah Lakukan Peringatan Asyura, Pemkot Makassar Keluarkan Imbauan

oleh
Sekot Makassar Muh. Ansar

Peringatan asyura 10 muharam, yang dilakukan oleh aliran syiah, sering kali menibulkan keresahan di masyarakat. Karenanya pemerintah kota Makassar mengeluarkan surat edaran bernomer 400/402/Kesra/IX/2019 tertanggal 9 September, terkait kegiatan pringatan hari asyura.

“Pemkot Makassar mengimbau pada masyarakat, agar tidak terpengaruh dengan faham, ajaran syiah (khususnya dalam memperingati asyura 10 muharam”, imbauan yang di keluarkan Pemkot, di tanda tangani Sekot Muh Ansar.

Adanya pemeberitahuan tersebut didasari oleh Surat Edaran Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor: 450/0224/B.Kesejahteraan, Tanggal 12 Januari 2017, Perihal Mewaspadai dan Mengantisipasi Penyebaran Syiah.

Ansar sendiri menilai, Syiah adalah aliran sesat yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan dapat merusak keutuhan NKRI, sehingga pemerintah harus bertindak tegas agar paham tersebut tidak tersebar luas.

“Agar bertindak tegas dalam menangani aliran menyimpang karena hal ini bukan termasuk kebebasan beragama tetapi penodaan agama,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kaum Syiah di seluruh dunia memperingati hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharam dengan ritual Karbala.

Dalam ritual tersebut para penganut Syiah akan memukul atau melukai diri mereka sendiri demi memperingati wafatnya Husein, cucu Rasulullah yang wafat di Karbala karena tipu daya Syiah itu sendiri.(Nur)