Demo Mahasiswa Tolak RUU, Seorang Jurnalis Kembali Menjadi Korban

oleh
Rusdi jurnalis media online Pedoman

Rusdi salah satu jurnalis dari media online mengalami luka, setelah dada tergancap busur. Kejadian ini, ketika dia meliput bentrok antara mahasiswa dan juga polisi, saat aksi tolak RUU KUHP dan KPK, di depan kantor D0RD provinsi Sulawesi Selatan, jalan Urip Sumoharjo, Jumat(27/09/2019).

“Saya sempat lihat pelakunya di Jalan Pettarani, tapi pelaku tidak terlalu jelas karena saya berusaha cabut busur yang sudah tertancap di dada saya,” beber Rusdi.

Rusdi sendiri mengaku sempat melihat pelaku namun lebih memilih untuk mengeluarkan busur yang sudah menancap. Bahkan untuk sementara, dia harus di inapkan, lantaran harus diadakan observasi terlebih dahulu.

Mengingat luka yang di alami jurnalis media online pedoman ini, dalam sehingga di butuhkan penanganan yang lebih intensis. Hal itu juga disampaikan oleh Dokter Willis yang menangani, kondisi rusdi.

“Harus diobservasi lebih dulu, karena inikan dalam masuknya, untuk masih saat ini tidak ada luka serius, ditakutkan nanti lama kelamaan baru muncul sakitnya,” ujar Dokter Willis,

Diketahui, aksi demo penolakkan RUU KUHP dan KPK mulanya bejalan damai serta kondusif. Hingga polisi, melakukan pembubaran paksa, dengan menembakkan gas air mata, terjadilah bentrok.

Gesekan antara mahasiswa dan polisi berlangsung selama 4 jam lamanya. Dalam kejadian itu tidak hanya mahasiswa saja yang terlibat aksi saling serang, melainkan masyarakat sipil juga turut serta.(Nur)