Kabar Munafri Arifuddin-Taufik Berpasangan di Pilwali Makassar, Pakar Masih Unggulkan Danny

oleh

MACCA.NEWS- Wacana pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar antara Munafri Arifuddin – Taufik Fachruddin menguat. Yang mana Munafri Arifuddin yang tak lain adalah anak menantu , Aksa Mahmud dan Taufik fachruddin adalah adik ipar Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menyebutkan wajar saja jika kabar menyebutkan, Munafri Arifuddin akan berpasangan dengan Taufik fachruddin pada Pilwali Makassar tahun 2020. Sebab, kedekatan Aksa Mahmud dan Nurdin Abdullah selama ini berjalan dan terjaga baik.

Iya melihat Munafri Arifuddin dan Taufik fachruddin menguat berpasangan di Pilwali Makassar. Hal itu karena Nurdin Abdullah dekat sekali dengan AksaAksa,” kata, M.Asaratillah, Senin (23/9/2019).

Maka dari itu, M.Asaratillah masih menganggap pasangan, Munafri Arifuddin- Taufik fachruddin masih lemah memenangkan pertarungan politik di ibukota Sulsel tersebut. M.Asaratillah lebih condong menyebutkan petahana walikota Makassar, Mohon Ramdhan ‘Danny’ Pomanto lebih kuat jika berpasangan Irman Yasin Limpo.

“Kalau saya masih mengatakan Munafri Arifuddin- Taufik fachruddin lemah jika berhadapan dengam Danny Pomanto- keluarga Yasin Limpo,” sebutnya.

M.Asaratillah menyebutkan secara kemampuan Danny Pomanto masih diatas ketimbang beberapa figur yang menguat maju pada Pilwali Makassar. Apalagi jika, Danny Pomanto berpasangan dengan keluarga Yasin Limpo yang punya segudang pengalaman perpolitikan di Sulsel.

Secara eelektoral, anny Pomanto pernah menjadi pemenang dengan selisih suara yang signifikan dan punya prestasi mendunia selama memimpin kota Makassar di periode pertamanya. Begitu pula dengan Irman Yasin Limpo, beliau pernah ikut bertarung dan suaranya cukup besar. Jika kedua figur ini digabungkan maka akan bisa menciptakan kekuatan elektoral yang cukup besar,” ungkapnya.

“Sedangkan Munafri Arifuddin belum memiliki pengalaman dalam memenangkan kontestasi. Di tahun kemarin saja, jelas-jelas telah mengantongi dukungan dari sejumlah partai besar. Tetapi tetap saja kalah dari kolom kosong. Begitu pula dengan pak Taufik yang belum punya pengalaman tanding di Makassar, sehingga belum teruji kekuatan elektoralnya,” jelas M.Asaratillah. (*)