Dukung Calon Tertentu di Pilwali Makassar, Nurdin Abdullah Disebut Cederai Jabatannya

oleh

MACCA.NEWS- Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah seola mendukung, Syamsu Rizal (Deng Ical) untuk ikut bertarung di pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar pada 2020 mendatang.

Hal tersebut terungkap setelah pertemuan Nurdin Abdullah dan Syamsu Rizal, di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Kota Makassar, Jumat (18/10).

“Kita dukung. Niat Deng Ical ini baik, ingin menata Makassar menjadi lebih baik lagi. Tentu dengan penataan kota yang baik, akan meningkatkan perekonomian baik kota ataupun masyarakat yang bermukim didalamnya,” kata NA

Sebagai Gubernur, Nurdin meminta kepada Deng Ical sapaan Syamsu Rizal, jika kelak diamanahkan rakyat sebagai Wali Kota Makassar periode 2020-2024, agar fokus pada pembangunan pedestarian dan persoalan parkir.

Menurutnya, dengan membenahi dua obyek tersebut, seluruh persoalan macet, hingga peningkatan kesenjangan sosial akan teratasi.

Dengan begitu,  Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai, Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel perlu menempatkan diri sebagai pemerintah. Yang mana harus menyambut baik semua bakal calon Walikota Makassar yang akan ikut bertarung pada Pilwali Makassar 2020 mendatang.

“Menurut saya, pak Gubernur sebagai kepala daerah provinsi perlu untuk menempatkan diri dengan jarak yang sama dengan semua calon kepala daerah yang maju dalam kontestasi pilkada 2020. Hal ini penting dilakukan, agar semua elemen masyarakat yang kemungkinan besar juga merupakan pendukung kandidat tertentu, merasa terayomi,” kata M.Asaratillah, Sabtu (19/10).

Di Pilwali Makassar 2020 mendatang nama, Moh Ramdhan Danny Pomanto bakal kembali bertarung. Danny Pomanto dikenal sebagai figur penentu kemenangan, Nurdin Abdullah pada Pilgub Sulsel lalu di kota Makassar.

“Kalau kita flashback ke pilgub kemarin, kontribusi pak Danny Pomanto ke Nurdin Abdullah memang cukup signifikan secara elektoral, bahkan Makassar menjadi salah satu kantong raihan suara pak Nurdin Abdullah,” ungkapnya.

Dari sisi politik, sikap Gubernur Nurdin Abdullah tersebut menuai sorotan dengan  sebutan ‘Kacang lupa kulitnya’. (*)