Telan Rp 1,8 M, Keberadaan Ambulance Laut Pemprov tak Bermanfaat bagi Masyarakat

oleh

MACCA.NEWS- Kabar tenggelamnya Kapal Ambulans Laut milik Pemprov Sulawesi Selatan di sungai Pangkajene, depan Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Jalan Merdeka, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Kepulauan Pangkep, Selasa (22/10/2019) malam lalu terus mendapat kritikan.

Bahkan beberapa pasien dari Kepulauan Pangkep dirujuk ke Makassar tidak menggunakan kap ambulance Pemprov. kapal Ambulans Laut tersebut telah menghabiskan anggaran Rp.1,8 Milyar tersebut rusak dan tenggelam sebelum digunakan oleh masyarakat Pulau – Pulau di kabupaten Pangkep.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menyebutkan pemerintahan Pemprov Sumsel dibawa kepemimpinan, Nurdin Abdullah tidak optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini memperlihatkan bahwa upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada publik belum begitu optimal. Apakah dari segi perencanaannya, dari segi penganggaran hingga pemanfaatan itu belum ada terlihat,” M.Asaratillah, Selasa (28/10).

“Anggaran 1,8 M bukanlah jumlah yang sedikit dimata publik. Apalagi daya beli masyarakat yang lagi menurun. Saya yakin publik akan menilai ini sebagai sebuah kemubazziran, dan bisa jadi mengurangi rasa percaya mereka kepada lembaga pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama dalam sektor kesehatan,” tambah M.Asaratillah.

Dengan kejadian tersebut, M.Asaratillah berharap Pemprov Sulsel perlu mengoptimalkan pemanfaatan anggaran dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah perlu menjadikan kejadian ini sebagai bahan mengevaluasi. Pengadaan fasilitas publik terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, perlu diproses secara optimal. Jumlah anggaran yang digunakan mesti Proporsional dan pemanfaatan buat masyarakat jangan ditunda-tundaditunda-tunda,” harapnya.

M.Asaratillah juga berharap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah-daerah pegunungan yang membutuhkan akses cepat mendapatkan perawatan medis.

“Selain itu, perlu ada perhatian yang lebih dari pemerintah kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah yang terpencil ataupun sulit dijangkau. Perlu ada inovasi program memang untuk menjangkau mereka, jangan sekedar menghabiskan anggarananggaran,” tutupnya. (*)