Pemuda Pertanyakan Anggaran Rp 2, 7 M Rehab Bangunan Villa Bambapuang, Pemda Enrekang Korupsi?

oleh
Kondisi Bangunan Villa Bambapuang

MACCA.NEWS- Giliran rahab bangunan testing hous yang biasa disebut villa Bambapuang kabupaten Enrekang dinilai menjadi lahan terjadinya dugaan korupsi yang dilakukan pemerintah kabupaten Enrekang dibawa kepemimpinan Bupati, Muslimin Bando. Bangunan tersebut terletak di Kecamatan Anggeraja kabupaten Enrekang.

Mengapa tidak dikatakan dugaan terjadi korupsi, rehab bangunan tersebut sebagai tempat menikmati wisata alam pegunungan Gunung Nona telah dianggarkan sebanyak Rp 2,7 Miliar. Akan tetapi, mulai dari tahun 2015 lalu hingga saat ini, tidak ada sedikitpun aktivitas rehab bangunan di Villa Bambapuang tersebut.

“Coba cek di DPRD kabupaten Enrekang, atau tanyakan anggota DPRD yang kembali terpilih di periode ini, atau ke Dinas Pariwisata. Jika bangunan Villa Bambapuang dianggarkan Rp 2,7 Miliar untuk direhab, namun aktivitas pengerjaan rehab tidak ada sedikitpun disana,” ujar Pemuda pemerhati pembangunan kabupaten Enrekang, Ridwan, Kamis (7/11/2019).

“Bangunannya sekarang rusak parah, mulai dari atap, hingga kamar kecil rusak parah. Para turis dari lokal hingga mancanegara tak mau lagi singgah menikmati keindahan alam kabupaten Enrekang,” kata Ridwan.

Sekedar diketahui, resting house adalah aset daerah milik pemerintah kabupaten Enrekang yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tempat tersebut juga telah pernah di kunjungi oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Yang mana, bangunan atau tempat tersebut selalu menjadi tempat persinggahan para turis dalam maupun luar Negeri yang hendak melakukan perjalanan wisata ke Kabupaten Tanah Toraja (Toraja). Tetapi, saat ini bangunan tersebut sudah rusak parah. Para turis tak mau lagi singgah dikarenakan jorok.

Maka pemerintah kabupaten Enrekang tidak mampu memberdayakan aset daerah sebagai pendongkrak PAD. (*)