Salah Satu Warga Bantaeng, di Tolak Saat Hendak Berobat ke RSUD Anwar Makkatutu

oleh

Malang menimpa Bulan (60) salah satu warga dusun Tanetea, Kecamata Desa Nipa-Nipa, kabupaten Bantaeng, saat ingin berobat di RSUD Anwar Makkatutu, ditolak oleh pihak rumah sakit. Kekecewaan pun di rasakan keluarga Bulan, ketika melakukan pengobatan lanjutan, namun tidak dilayani secara baik.

Rusdi yang merupakan salah satu anak pasien menyampaikan rasa kekecewaannya. Padahal Rusdi memilih RSUD itu berdasarkan surat rujukan dari Dr. Andi Ihsan tertanggal 8 November 2019, guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Bahwa saya pribadi sangat kesal, kecewa terhadap pihak Rumah Sakit Umum Daerah Anwar Makkatutu yang dimana kami tidak diperlakukan sebagaimana mestinya”, kata Rusdi, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, fasilitas rumah sakit amburadur, bobrok, ataukah kurang baik (tidak berstandar). Hal ini tak sesuai dengan visi yang di emban yaitu, pelayanan prima, dan program pemerintah dalam stuktur pemerintahan berlandaskan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku.

Terangnya, ironisnya waktu itu Bulan mendatangi rumah sakit didampingi Rusdi selaku anaknya. Sejak pagi keluarga Bulan menunggu, agar ibunya mendapat pertolongan, hingga siang tak kunjung mendapatkan pengobatan sama sekali.

“Para Dokter dan perawat petugas rumah sakit (kesehatan) sudah tidak ada ataukah pulang, pergi padahal belum masuk jam istrirahat dan/atau pulang”, ucapnya.

Rusdi mengaku, melihat ibunya di telantarkan, hendak mendapatkan pelayanan kesehatan. Dirinya akan, menempuh jalur hukum, untuk dilakukan penindakan.

Karena, ada beberapa Point yang dilanggar, di antarannya undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Undang-undang nomor 29 tahun 2004, Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit.

“Maka dari itu keluarga pasien berharap kepada pemerintah daerah bisa segara melakukna evaluasi terkait pelayanan diduga bobrok serta amburadur di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu”, tutupnya.(Ram)