Pengusaha Harap Pilwalkot 2020 Tidak Menganggu Kestabilan Ekonomi

oleh

Kalangan pengusaha Makassar meminta berbagai pihak yang terlibat dalam proses Pilkada Makassar tahun depan agar menjaga situasi tetap kondusif dan nyaman agar perekonomian daerah tak terganggu.

“Sebisa mungkin semua pihak menghindari pengerahan massa yang berlebihan, dikhawatirkan dapat mengganggu roda perekonomian daerah,”kata Abduh Bakri, Pengusaha di bidang perumahan yang juga Komisaris PT Jirana Plus, Rabu (18/12).

Abduh mengemukakan aktifitas perekonomian harus tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh situasi yang tak kondusif.

Menurut Abduh, perekonomian daeeah sangat bergantung pada situasi keamanan darah itu sendiri. Banyaknya aktifitas perdagangan dan bisnis memerlukan jaminan keamanan dan kenyamanan.

“Kalau situasi tidak terjaga maka kalangan investor atau pengusaha pasti dirugikan, termasuk akan merugikan daerah itu sendiri,”tutur Abduh.

Demikian juga dikemukakan Miftah, pengusaha perdagangan berbagai alat elektronik. Dia mengatakan perdagangan akan terganggu jika semua pihak tak menjaga dan menahan diri dari potensi potensi yang bisa membuat keadaan tak kondusif.

Apalagi, kata Miftah, pengerahan massa yang biasanya dilakukan oleh pihak tertentu saat momen pilkada dapat membuat sejumlah ruas jalan menjadi macet.

Kemacetan yang terjadi, kata Miftah, akan mengganggu proses distribusi barang dan jasa yang diperdagangkan setiap harinya si masyarakat.

“Kalau distribusi perdagangan tak lancar maka akan mengganggu kelancaran perekonomian,”kata Miftah.(*)