Membuka Seminar PGMI Parepare, Walikota Parepare : Lahirkan Metodologi Pendidikan Abad 21

oleh

MACCANEWS.COM, PAREPARE– Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, membuka seminar nasional yang dirangkai dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kota Parepare, di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (15/2/2020).

Pada kesempatan itu, Taufan Pawe menjelaskan, pendidikan bagi anak itu sudah menjadi kewajiban Pemerintah dan menyajikan pendidikan yang baik juga bagian dari kewajiban Pemerintah jadi bukan anak didik yang mencari peluang tersebut.

“Bukan anak didik yang harus mencari peluang namun konstitusi sudah menjamin hak anak kita untuk mendapatkan pendidikan yang layak, maka dengan jaminan itu kemudian menandakan jika pendidikan yang layak menjadi keharusan yang diberikan Pemerintah baik daerah, Provinsi dan Pusat,” ujar dia.

Selain itu, Taufan meminta agar ketiga pemateri mendapatkan rekomendasi metodologi penerapan pendidikan di abad 21, sehingga siswa mendapatkan pendidikan yang baik di era digital ini.

“Pada era digital ini kemudian maka kita inginkan ada metodologi khusus yang bisa diterapkan pemerintah dalam menyajikan pendidikan yang terbaik bagi anak didik kita,” katanya.

Taufan menambahkan, ada wacana Indonesia emas tahun 2045 yang akan datang, bagaimana Indonesia pada usia tersebut apakah mampu menjadi Negara dan masyarakat yang matang akan perkembangan zaman yang sudah sangat modernisasi.

“2045 menjadi usia emas Indonesia, nah kemudian yang menjadi pertanyaan apakah hari ini kita sudah matang untuk menghadapi itu, atau kita akan tertindis dari generasi tersebut, ini yang perlu kita perjuangkan hari ini agar eksistensi 2045 Indonesia bisa menjadi Negara yang sangat maju dan berkembang,” jelasnya.

Terkait kebijakan Pemerintah dalam hal pendidikan keagamaan di Kota Parepare, Taufan melaporkan jika setiap siswa Sekolah Menengah Pertama yang hendak selesai harus melalui program peduli pesantren, dan itu dilakukan selama sepekan.

“Kita ada program pesantren selama sepekan dan itu wajib mereka ikuti, sementara siswa yang hendak masuk ke SMP harus diuji baca tulis Al-Qur’an nya, jadi kita akan memilah yang terbaik untuk diberikan beasiswa pendidikan, sementara guru mengaji akan mengikuti program peduli dengan diumrahkan, karena kita tau keberhasilan itu tidak lepas dari peran guru mengaji,” tandasnya.(7ar)