Melalui HLM, Taufan Pawe Pastikan Harga Bahan Pokok di Parepare Stabil Selama Ramadan

oleh

MACCANEWS.COM, PAREPARE– Melalui Vicon dalam rangka pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPAD dan TPAKD, Provinsi Sulawesi Selatan, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, dan stabilitas harga Kebutuhan Pokok stabil selama bulan Suci Ramadan.

Hal itu tidak lain kata Taufan Pawe, karena berbagai sistem pemerintahan yang dijalankan sebelum pelaksanaan Bulan Suci Ramadan, karena selama ini Pemerintah Kota Parepare bersama dengan Forkopimda dan juga instansi lainnya bahu-membahu untuk terus melakukan aksi berbagi sembako dan sejumlah kegiatan lainnya.

“Beberapa komunitas, Instansi dan Forkompinda serta Pemerintah Kota Parepare, melakukan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat jelang pelaksanaan Bulan Suci Ramadan ini, hal itu tidak lain demi memberikan dukungan dan support atas dampak dari Wabah Virus Corona, yang berdampak pada kesetaraan harga dan bagaimana kita di Parepare mampu tetap mengendalikan harga pasar yang ada,”katanya.

Ketua MKGR Provinsi, menuturkan, jika Pemerintah Kota Parepare, sebelum pelaksanaan Bulan Suci Ramadan terlebih dahulu telah melakukan pengendalian harga demi menjaga inflasi di Kota Parepare, melalui Program Penyaluran bantuan beras peduli dan juga pasar murah.

“Nah Pasar murah yang kami galakkan ini betul-betul masuk kategori murah karena kita melakukan defisit harga hingga 40 persen, dan masyarakat bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok, yang memang sangat dibutuhkan selama Ramadan ini, dan bahkan kita sasar program tersebut terhadap ribuan warga Kota Parepare, yang terdampak langsung wabah virus Corona ini,”jelasnya.

Dirinya menjelaskan, selama ini Pemerintah Kota Parepare terus melakukan koordinasi dengan TPID sehingga inflasi kita di Parepare bisa terkendali dengan baik.

“Memang saat ini tidak bisa kita pungkiri bersama bagaimana semua daerah, semua Kabupaten merasakan dampak dari pandemi Virus Corona ini, dan jalan satu-satunya semua pihak termasuk elemen masyarakat untuk terlibat dengan baik dalam memerangi virus tersebut,”jelas Eks Pengacara ternama ini.

Alumni Doktor hukum ini, mengurai jika saat ini dirinya mengkhawatirkan terkait tidak tersalurkannya dana dari pusat untuk pembangunan sektor fisik, sehingga pendapatan masyarakat dalam sektor konstruksi bermasalah akibat kondisi itu.

“Ada satu yg kami khawatirkan yaitu akibat tidak tersalurkannya dana dari pusat untuk pemabngunan fisik sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat disektor konstruksi yang merupakan mata pencaharian mereka,”tutup dia.(7ar)