Dipuji “Exelent”, Taufan Pawe Kritisi Buku Karya Prof. Aminuddin Ilmar

oleh

MACCANEWS, PAREPARE- Wali Kota Parepare, Taufan Pawe tampil sebagai pembicara dalam bedah buku “Memahami Kebijakan Pemerintah Dalam Menangani Covid-19” karya Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, pakar hukum tata negara dan guru besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Pada kesempatan itu, Taufan mengapresiasi sekaligus mengkritis isi buku tersebut. Taufan Pawe menilai pemilihan diksi pada kata “memahami” yang tercantum pada judul buku tersebut kurang relevan dengan isi buku yang dinilai lebih banyak mengkritisi kebijakan Pemerintah dalam penanganan covid-19.

“Kalau kata memahami saya menilai sangat datar. Idealnya memahami diganti menjadi kata mengkritisi karena setelah saya membaca buku Prof, lebih banyak mengurai pendekatan sosial kemasyarakatan dibanding pendekatan hukum,” ujar Taufan pada bedah buku yang dilakukan secara virtual, Jumat (12/06/20).

Taufan mengungkapkan sejumlah kelemahan dalam pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Pusat. Ia menilai, sejak awal kebijakan dalam penanganan Covid-19 sudah salah.

“Saya melihat bahwa ini adalah kesalahan kebijakan dari awal. Seandainya dari awal, semua kepala daerah didudukkan bersama-sama, serta memberikan ruang berimprovisasi kepada pemerintah daerah dalam berinovasi sebagai hak diskresi yang melekat, maka daerah bisa berinovasi dalam protap Covid-19,” urai Taufan.

Wali kota yang masih terdaftar dalam keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) ini mencontohkan, kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 oleh keluarga pasien yang hangat diperbincangkan saat ini.

“Kasus pengambilan jenazah oleh keluarga secara paksa karena terhambat oleh protokol kesehatan. Seandainya Pemerintah daerah diberikan ruang berimprovisasi, maka pemerintah daerah bisa memasukkan jenazah di freezer untuk sementara, sambil menunggu hasil swab keluar. Jika hasil swab negatif, maka kita kembalikan kepada keluarga, namum jika positif kita lakukan pemakaman sesuai protap,” jelas Taufan.

Kritikan yang disertai solusi dari Taufan Pawe ini mendapat apresiasi dari sejumlah pembicara, termasuk Ketua DPP Apindo Sulsel, Drs La Tunreng MM, Guru Besar Unhas, Prof Dr dr A Wardihan Sinrang, serta sejumlah partisipan, bahkan dari penulis buku, Prof Aminuddin.

“Excellent masukannya, terima kasih Pak Wali,” timpal Guru besar Unhas ini, usai mendengar paparan Taufan.

Bedah buku yang diikuti ratusan partisipan yang tersebar di beberapa daerah ini dipandu oleh Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer. (*)