DPRD Sampaikan Aspirasi Masyarakat, Pemkot : Segera Ditindaklanjuti

oleh

MACCANEWS.COM, PAREPARE– Wali Kota Parepare merespon positif aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Parepare, Rachmat Sjamsu Alam (RSA). Aspirasi itu terkait warga yang belum tersentuh bantuan, usulan rapid test gratis, serta kebijakan jam operasional kafe dan rumah makan.

Rachmat mengatakan, ada 805 warga yang dinilai memenuhi kriteria selama ini belum menerima bantuan. Karena itu dia berharap dalam waktu dekat, 805 KK itu sudah menerima bantuan sosial (Bansos) dari APBD.

Selain itu, masalah rapid test yang diharap bisa dilonggarkan untuk digratiskan.

“Kami sudah membahasnya di Banggar, dan salah satu poin bahasannya kiranya pemerintah daerah memberikan kelonggaran untuk menggratiskan rapid test. Dinas Kesehatan dan RSUD Andi Makkasau bisa berkoordinasi terkait pengadaan rapid test gratis,” kata Rahmat.

Aspirasi lain yang mencuat adalah membangkitkan kembali perekonomian Parepare menghadapi new normal dengan menggairahkan usaha kafe, warung makan dan restoran. Menurutnya, aspirasi para pengusaha kafe dan rumah makan meminta agar kebijakan terkait jam operasional hingga pukul 21.00 bisa dilonggarkan hingga pukul 23.00 atau 24.00.

“Pertimbangannya rata-rata pengunjung kafe baru datang pada pukul 21.00. Mereka baru duduk 30 menit, kafe sudah tutup. Biasanya pengunjung baru keluar rumah pada pukul 20.00 atau setelah Isya, baru mendatangi kafe. Karena itu, teman-teman pengusaha minta dilonggarkan, kalau bisa jam operasional sampai pukul 23.00 atau 24.00,” pinta Rahmat.

Hal lain usulan Ketua DPC Partai Demokrat Parepare ini adalah perlunya rapat koordinasi DPRD dengan kepala daerah yang dilaksanakan secara berkala. Dan itu juga direspons positif wali kota.

“Alhamdulillah 4 usulan itu disetujui Pak Wali Kota,” kata Rahmat.

Dihubungi terpisah, Sekda Kota Parepare, Iwan Asaad membenarkan adanya beberapa aspirasi mencuat dari DPRD yang kini disikapi pemkot.

“Segera Wali Kota Parepare mengeluarkan edaran baru tentang jam operasional kafe, rumah makan, dan restoran. Sementara 805 KK yang belum menerima bantuan segera kita sikapi kalau sudah masuk usulannya. Mungkin masih di Dinsos,” kata Iwan Asaad. (7ar)