RSUD Andi Makkasau Uji Coba Penerapan Aplikasi “Salamaki” Sehat Dalam Genggaman Kita

oleh

MACCANEWS.COM, PAREPARE– Managemen RSUD Andi Makkasau kini melakukan uji coba terhadap penggunaan aplikasi Telemedicine “Salamaki” Sehat Dalam Genggaman Kita. Nama aplikasi yang berasal dari bahasa daerah Bugis yang berarti pengharapan ‘semoga selamat’. Selain itu, pemilihan kata atau diksi pada penamaan aplikasi ‘Salamaki’ juga merupakan akronim ‘Sehat dalam genggaman kita’.

 

Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, dr Renny Anggraeni Sari mengemukakan, aplikasi ‘Salamaki’ ini merupakan inovasi yang diluncurkan di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

 

Ini dimaksudkan untuk mengurangi kontak fisik antara pasien dengan dokter dengan cara menghadirkan layanan konsultasi online tanpa harus antre atau datang ke rumah sakit.

 

“Alhamdulillah hari ini kita lakukan uji coba aplikasi Salamaki. Dengan demikian, aplikasi ini sudah dapat digunakan oleh pasien untuk memudahkan dalam berkonsultasi secara online dengan dokter di poliklinik yang ada di RSUD Andi Makkasau,” ujar dr Renny, lulusan Magister Managemen rumah sakit di Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

 

Uji coba aplikasi itu dilakukan bersama managemen dan Dokter-doktrer di RSUD Andi Makkasau Parepare, Selasa, (1/9/2020).

 

Sebelumnya, dr Renny memaparkan, aplikasi ini juga terintegrasi dengan Rumah Sakit jejaring Puskesmas dan Call Centre 112 di Kota Parepare agar dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis yang ada di RSUD Andi Makkasau.

 

“Terobosan ini mengikuti imbauan dari Pak Jokowi terkait Dilan (Digital Melayani) secara spesifik di RS dalam bentuk Tele Medicine,”terang dia.

 

Meski demikian, Renny mengungkapkan tidak semua penyakit bisa dikonsultasikan secara online.

 

“Rencananya minggu depan aplikasi ini akan dilaunching. Setelah launching baru bisa digunakan, untuk saat ini hanya bisa didownload dulu di playstore. Pada tahap awal kita gratiskan untuk warga ber-KTP Parepare, karena layanan ini belum dicover oleh BPJS Kesehatan, karena belum ada juknis untuk itu. Ke depannya akan diupayakan layanan ini terintegrasi degan mobile JKN dan masuk dalam jaminan biaya BPJS,” tutupnya.(7ar)