Warga Paropo: Pemerintah Sekarang Tak Peduli dengan Lorong , Semoga “Adama” Menang

oleh

MAKASSAR – Calon Wali Kota Makassar nomor urut satu, Moh Ramdhan Pomanto kembali menghadiri kampanye dialogis di Kelurahan Paropo Kecamatan Panakukang. Mengenakan baju orange dan celana jin, Danny menyapa warga di jalan Batua Raya. Bahkan ia kerap diminta swafoto bersama dengan warga.

Salah satu Tokoh Masyarakat Paropo, Syarif Nur (60) menuturkan bahwa tidak ada kata-kata paling bahagia selain mendambakan kepemimpinan sosok Danny Pomanto untuk kota Makassar.

“Kami sebagai warga di Paropo mendapat kehormatan dari Pak Danny Pomanto. Dari dulu mendambakan pemimpin seperti beliau (Danny Pomanto,” kata Syarif mengawali sesi dialog dalam kampanye dialogis.

Menurut dia sampai saat ini peninggalan program lorong bersih dari Danny Pomanto masih dipertahankan. Karena itu program Lorong Garden dan Makassar Tidak Rantas (MTR) tetap dilaksanakan atas inisiatif warga sendiri meski pemerintahan sekarang tidak peduli.

Dia juga mengakui bahwa pernah kecewa dengan kondisi Makassar saat Pilkada 2018 lalu. Karena Danny Pomanto tidak bisa ikut bertarung karena dizalimi lalu diskualivikasi.

” Insya Allah kami akan berjuang untuk Pak Danny Pomanto yang kami cintai, kami bertekad untuk memenangkan kandidat urut satu “Adama” pada Pilkada Makassar 9 desember 2020 ini.” ujar Syarif yang juga Ketua Kerukunan Masyarakat Paropo ini.

Sementara, Masadi salah satu warga Paropo mengakui ketika Danny Pomanto menjabat Wali Kota 2014-2019 lalu, RTRW derajatnya dinaikkan sebagai ujung tombak disuatu wilayah.

Bahkan RTRW sangat diperhatikan fasilitasnya demi menunjang kinerjanya dalam mengurus wilayah dan warga.

“Semoga Pak Danny kembali memimpin Makassar. Kami rasakan waktu beliau RTRW diperhatikan dikasi handphone dan insentifnya diperhatikan dengan baik. Jadi RTRW juga semangat dalam bekerja.”ucapnya.

Mendengar curhatan warga tersebut, Danny mengatakan, nasib dan masa depan kota Makassar tergatung dari pilihan masyarakat pada 9 desember mendatang.

” Janganki salah memilih 9 desember. Kalau kita ingin melihat masa depan Makassar yang lebih baik pilihki pemimpin yang bisa mengayomi rakyatnya. Tanda-tandanya pilih pemimpin yang baik pilih nomor satu dan menomor satukan kepentingan masyarakatnya.”jelasnya.

Danny menambahkan jika memilih nomor satu sesuai tanda-tanda yang di miliki pasangan Danny-Fatma ( Adama) maka masyarakat akan merasakan program yang lebih baik dan bukan hanya menjanji.

” Diantara 4 pasangan kandidat hanya dipasangan Adama yang wakilnya dari kaum perempuan. Hanya perempuan yang mengerti perempuan. “sebutnya.

“Tanda berikutnya dimiliki Adama adalah hanya di pasangan urut satu ada Anak Lorongnya. Karena itu lorong-lorong selalu diperhatikan dengan berbagai program. Dan tak ada jarak dengan masyarakat.”sambungnya.

Selain itu Danny menegaskan bahwa pasangan Adama juga tidak punya dekkeng (baking). Berarti dengan begitu kepentingan rakyat bisa terlindungi dengan baik. Bahkan dikesempatan itu ia mengemukan bahwa di pesta demokrasi ini warga harus cerdas dalam memilih pemimpin yang lebih merakyat.

” Kalau tak ada dekkeng kepentingan rakyat pasti nomor satu. Dan hanya pasangan Adama sudah terbuktimi kinerjanya Insya Allah 9 desember harapan-harapan kita untuk Makassar dua kali tambah baik bisa terlaksana.”tegasnya.

Terkait dengan pemberdayaan lorong sekarang ini seperti masih suri. Karena tidak ada lagi yang memperhatikan selain warga itu punya kesdaran sendiri. Olehnya ia bertekad jika pasangan Danny-Fatma akan meningkatkan taraf hidup masyarakat di lorong.

“Insya Allah doakan pasangan “Adama” menang dan lorong-lorong kembali kita berdayakan dengan baik. Kita kembalikan lorong yang cantik dan bersih. Tungguma!.Kami akan lanjutkan program yang belum sempurna,”pungkasnya. (*)