Masa Pandemi, Penjualan Proferti GMTD Tumbuh Positif

oleh

MAKASSAR – Di tengah pandemi Covid-19, penjualan produk properti PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk tumbuh positif.

Hal ini berkat pemanfaatan teknologi digital dan sosial media (sosmed) dalam menjangkau pasar.

“Penjualan naik, biaya pemasaran turun di masa pandemic. Ini berkat pemanfaatan sosmed, seperti di Facebook dan Instagram,” ungkap Direktur PT GMTD, Iqbal Farabi dalam pemaparan publik kinerja PT GMTD Tbk di Aryaduta Hotel, via zoom sesuai protokol kesehatan, Jumat (20/11).

Saat ini pengembangan Tanjung Bunga sebagai kawasan hunian dan komersial terpadu terus di genjot dengan menyasar segmen pasar yang memiliki potensi cukup besar, yakni menengah dan menengah kebawah dengan menawarkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar serta fokus kepada perbaikan mutu dan layanan.

Presiden Direktur GMTD, Andi Anzhar Cakra Wijaya yang bergabung melalui virtual meeting memaparkan kondisi perseroan secara umum maupun kegiatan operasional terkini dan strategi pertumbuhan untuk meningkatkan kinerja GMTD kedepan.

Terkait kinerja keuangan 2019 Perseroan yang sempat menurun, dimana kondisi negatif dari Laba Bersih, Corporate Secretary GMTD, A Eka Firmawan mengatakan, tidak mengurangi aktifitas Corporate Social Responsibility (CSR) Perseroan dimana, merujuk Peraturan Pemerintah Daerah wajib menyisihkan dari laba bersih.

“GMTD tetap berpartisipasi secara aktif menyalurkan bantuan-bantuan ditengah kondisi Pandemi Covid-19. Beberapa kegiatan diantaranya Bantuan Bencana Alam Masamba, Support Tim Satgas Covid, rapid test massal dan banyak hal lainnya lagi,” ungkap Eka.

Kali ini gelaran paparan publik kinetja PT GMTD Tbk agak berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana direksi beserta sejumlah wartawan hadir secara fisik dengan menerapkan physical distancing, dan wartawan lainnya yang juga ikut serta melalui virtual meeting.

Beberapa Direksi yang turut hadir dalam paparan publik ini antara lain Gan Song Pho yang juga menjabat sebagai CEO Perusahaan, Danang Kemayan Jati dan Iqbal Farabi dan Chief Finansial Officer Hendra Sidin. (*)