Pemerintah Berlakukan Larangan Mudik, Begini Reaksi SAdAP

oleh

MACCANEWS – Larangan budik yang mulai diberlakukan sejak 6 Mei 2021 mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, salah satunya datang dari Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Sulsel yang juga Ketua Dewan Pembina ormas Laskar Merah Putih (LMP) Sulawesi Selatan.

Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini, bahwa larangan mudik adalah merupakan langkah yang tepat dari pemerintah, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan perkembangan wabah covid 19. Sebenarnya hal ini dilakukan untuk kebaikan kita semua, berkaca dari kasus lonjakan virus covid 19 di india yang mengakibatkan ribuan orang meninggal.

Awal mula dari kejadian di India karena kegiatan keagamaan yang menimbulkan keramaian, sehingga tanpa disadari mereka lalai dan tidak mengantisipasinya, padahal sebelumnya kasus covid 19 di India menurun drastis tiap harinya.

“Kita berharap agar diberlakukannya aturan yang begitu ketat ini tidak melahirkan diskriminasi dan memunculkan polemik baru, saya rasa pemerintah sedang berupaya memikirkan solusi dimana dengan adanya kebijakan larangan mudik ini sangat berdampak ke masyarakat yang mata pencahariannya sebagai tenaga buruh harian termasuk sopir,” terang SAdAP via WhatsApp, Minggu (9/5).

Lanjutnya, jika ingin serius untuk menangani masalah covid ini dengan membuat aturan-aturan, maka penegakan hukumnya harus konsisten bila perlu pemerintah mengeluarkan aturan dengan memperpanjang libur pasca lebaran Idul Fitri kenapa harus di perpanjang,agar ada hasil yang dapat menjadi bahan kajian khusus tentang covid 19.

“Semoga ada hasil yang baik dan tidak lagi Fokus untuk menerapkan kebijakan yang berulang sebab yang terjadi sebenarnya kita telah kecolongan, dengan seminggu sebelum diterapkan semua terminal, bandara dan pelabuhan disesaki oleh penumpang yang akan melakukan mudik, artinya bahwa untuk mengefektifkan aturan tersebut dan guna mengantisipasi munculnya cluster baru covid 19 maka setelah lebaran libur diperpanjang selama seminggu dan lakukan lockdown secara Nasional, semua aktifitas dihentikan baik di jalan raya maupun di kantoran,” urainya.

Hal-hal lain yang sangat berdampak selain di sektor ekonomi juga terjadi di lingkup dunia pendidikan, kata SAdAP harapannya semoga pemerintah dapat mengaktifkan kembali proses belajar mengajar secara tatap muka agar generasi bangsa dapat tercerahkan.

“Sebagai orang tua tentu harapan ini dapat terwujud di tahun ajaran baru ini dengan sistem yang di nggap aman oleh pemegang kewenangan, karena beliau-beliau lebih paham,” tutup SAdAP. (*)