Irwandi Natsir: Terima Kasih Telah Melakukan Pengawasan Dini Tambang Bontocani

oleh

WATAMPONE – Lembaga Kreatif Hitam Putih, menggelar diskusi bertajuk Meretas Permasalahan Tambang di Kabupaten Bone, di Cafe Teras Watampone, Ahad, 20 Juni 2021. Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD Provinsi Andi Irwandi Natsir, Sekretaris Perhapi Sulsel Andi Ilham Samallangi, Perrwakilan KPH Cenrana Amiruddin, dan Kepala Dinas Perindustrian Bone, Ir. Khalili.

Pada kesempatan tersebut, Andi Irwandi Natsir berterima kasih kepada para pengkritik yang telah melakukan pengawasan dini terkait aktivitas tambang di Bontocani. “Kepada saudaraku yang banyak mengkritik persoalan tambang, kami mengucapkan banyak terima kasih tentu pengawasan dini memang perlu dilakukan jangan sampai berdampak pada kerusakan lingkungan nantinya,” katanya.

Hanya saja, Irwandi menitipkan harapan kepada kepala dinas Perindustrian kabupaten Bone agar memberikan pengawasan yang lebih kepada tambang yang tak berizin. “Pak kadis mohon maaf, yang perlu kita perhatikan adalah adanya beberapa tambang yang tidak memiliki izin. Termasuk di Bontocani ada beberapa tambang yang beroperasi, apakah memikiki izin ataukah tidak? salah satunya yang banyak dikritik adalah Tambang Marmer (Emporium Bukit Marmer, red),” tegas Irwandi.

Seperti diketahui, Emporium Bukit Marmer telah beroprasi dan telah mengantongi izin. Sehingga tambang marmer tersebut tidak termasuk sebagai tambang ilegal. Dari itu, Irwandi menegaskan kapasitasnya sebagai anggota dewan adalah melakukan pengawasan terhadap tambang yang disinyalir melanggar atau melawan hukum.
“Kapasitas saya sebagai anggota DPRD adalah mengawasi persoalan kemasyarakatan di Bone, salah satunya tambang. Mengawasi kegiatan pertambangan pendekatan kita adalah regulasi, apakah ada pelanggaran-pel,anggaran hukum yang terjadi ataukah kondisi konflik sosial soal pertambangan?” jelas Irwandi.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Ir Khalil menanggapi polemik tambang di Kabupaten Bone. Beberapa tambang yang tanpa izin dianggapnya sebagai upaya pencurian sumber daya alam.

“Pertambangan tanpa izin atau ilegal, bukan tambang namanya, itu adalah pencurian sumber daya alam daerah. Kalau ada yang lakukan, laporkan pada pihak yang berwajib dan suruh tangkap saja,” terangnya.(*)