Peduli Almamater, SAdAP Minta Pemberitaan PPDB Zonasi di SMAN 5 Makassar Harus Objektif

oleh

MAKASSAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi SMA Negeri 5 (Smanli) Makassar disorot.

Hal ini disebabkan salah satu orangtua calon siswa yang melakukan protes karena anaknya tidak lolos dalam seleksi.

Melihat hal itu, Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP) salah satu tokoh Masyarakat Sulsel di Jakarta yang juga alumni (Smanli) ikut bersuara.

Menurut mantan kandidat calon Walikota Makassar ini, hanya kesalahpahaman, mengingat peminat sekolah favorit dan unggulan tersebut sangat banyak.

“Sebagai alumni SMA Negeri 5 Makassar, saya berharap agar semua pihak menyikapi masalah ini agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan apalagi dengan menduga-duga suatu persoalan tanpa melakukan kroscek secara seksama, karena hal ini tentu akan berujung pada fitnah,” ungkap SAdAP via pesan WhatsApp, Selasa (22/6).

SAdAP mengatakan, pemberitaan yang menyudutkan sistem pendaftaran di Smanli Makassar, terkesan tidak objektif dan tendensius.

“Sebagai Alumni saya angkat bicara karena kecintaan saya kepada almamater. Jangan beritakan orang dengan macam-macam tanpa ada bukti. Jangan sebar fitnah. Itu sangat keji,” tutup SAdAP. (*)