Kantongi Izin Operasional, Lazismu Sulsel Siap Bersinergi

oleh

MAKASSAR – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sulsel resmi mendapat izin operasional dari Kementerian Agama Provinsi Sulsel.

Kegiatan penyerahan izin operasional sekaligus dirangkaikan dengan silaturahim Lembaga Zakat se Sulsel ini dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10, Makassar, Senin (27/9/2021) kemarin.

Ketua Lazismu Sulsel Dr. Alimuddin, M.Ag menyampaikan terima kasih atas penerbitan dan penyerahan izin operasional, pihaknya bertekad menjadikan Lazismu sebagai lembaga pengelola dana masyarakat yang didayagunakan secara amanah dan profesional lagi mendatang.

“Alhamdulilah sejauh ini Lazismu Sulsel secara kelembagaan telah melakukan berbagai kegiatan guna membantu meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia,” kata Dr. Alimuddin, M.Ag dalam sambutannya.

Lanjut, Dosen UIN Alauddin Makassar ini menambahkan bahwa pihaknya juga telah menghimpun dana sampai saat ini berjumlah 3.2 Miliar. “Angka ini akan terus bertambah karena ini masih laporan tunggal lazismu wilayah, sembari kami melakukan konsolidasi laporan untuk 2021 ini,” tambahnya.

Terpisah disampaikan, Koordinator Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Dr. KH. Mustari Bosra, MA mengatakan, sepanjang catatan sejarah masih banyak dari kita mengadopsi budaya kolonialisme yang senang mengumpulkan harta dan memerah kelompok bawah, Harta Kekayaan tidak boleh hanya berputar dikalangan atas saja harus ada yang sampai dikalangan bawah.

“Memotivasi para penerima manfaat (Mustahik) agar mampu menjadi Donatur Mudzakki, perlu adanya kolaborasi dalam melakukan pemberdayaan secara bersama-sama,” tutur Dosen UNM Makassar ini.

“Zakat memiliki potensi untuk mendistribusikan dan memberdayakan zakat terhadap masyarakat khusus masyarakat miskin dan 8 asnaf atau golongan,” tambahnya.

Senada disampaikan, Kepala Pemberdayaan Zakat dan Waqaf Kementerian Agama Sulsel, Bakri, SE.I.,M.E mengatakan, dengan terbitnya izin operasional ini digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Diharapkan dengan penyerahan izin operasional zakat dana bisa terdistribusi secara merata dan untuk menerima dana zakat tidak hanya zakat profesi saja seperti dilakukan oleh lembaga zakat karena zakat profesi seperti PNS, TNI, ataupun pejabat lainnya akan dilakukan oleh pihak Baznas,” imbuhnya.

“Juga lembaga zakat ini bisa mewujudkan potensi melalui zakat pertanian, zakat perdagangan atau jenis zakat yang belum tersentuh oleh Baznas dan diharapkan antara Baznas dan Lembaga zakat (LAZ) bisa bersinergi dalam pendistribusian pemerataan pendapatan untuk masyarakat atau ummat,” tutur Bakri.

Tak hanya itu, Menurut Bakri, salah satu kendala dari pendistribusian dana zakat ini adalah kurangnya literasi masyarakat dalam memberikan dana zakat khusus zakat fitrah.

“Yang dimana masyarakat umumnya memberikan zakat di tempat lain seperti panti asuhan, masjid atau lembaga zakat yang belum memiliki izin operasional sehingga dana zakat ini tidak terdistribusi secara merata dan lembaga zakat lain belum mendapat rekomendasi dari Baznas,” tuturnya.

Turut hadir lembaga zakat dalam silaturahim ini diantaranya Baznas Prov. Sulsel, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), Dompet Dhuafa (DD), Rumah Zakat (RZ), Ikhlas Peduli Ummat (IPU), Yatim Mandiri hingga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).