Kementerian Pendidikan Akan Buka Sekolah Tatap Muka, SAdAP: Saya Apresiasi dan Mendukung

oleh

JAKARTA – Rencana Pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk menerapkan kembali belajar tatap muka mendapat respon positif dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Syarifuddin Daeng Punna, tokoh masyarakat Sulsel dan juga salah satu Pendiri dan Pembina Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) yang ada di Jakarta.

“Sebagai orang tua tentunya kami sangat mengapresiasi dan mendukung langkah tersebut, mengingat sudah memasuki tahun ketiga anak-anak kami belajar online,” ujar pria yang akrab disapa SAdAP ini, Rabu (14/9/2021)

Belajar online tidak menjamin kualitas pendidikan bisa lebih baik, hal ini justru membuat anak-anak kita menjadi malas dan tidak mengenal seperti apa kehidupan di lingkungan sekolahnya.

Menurutnya, dengan melihat situasi pandemi yang persentasenya berangsur angsur menurun, maka kebijakan belajar secara tatap muka adalah langkah yang tepat diberlakukan secara bertahap, karena karakter dan mental anak-anak kita saat ini berubah drastis dan memang perlu untuk kembali dibenahi melalui belajar tatap muka.

Khusus bagi anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar, harapan SAdAP kepada guru jika belajar tatap muka ini sudah diterapkan agar supaya para murid dilatih kembali dasar-dasar dari etika dan moral, karena efek dari sistem belajar online berpengaruh terhadap perkembangan anak, mereka menggampangkan sesuatu, terkadang membangkan, pemalas dan sering terobsesi dengan permainan game online. Minset mereka sudah terdikte oleh sistem, sehingga harus diubah.

“Semoga dengan diterapkannya belajar tatap muka ini, anak-anak kita dapat merasakan dunia pendidikan yang nyata, belajar bersama, saling mengenal antara murid dan gurunya sehingga terikat secara emosional dan tentunya kualitas generasi indonesia yang berdaya saing kedepannya. Terakhir semoga pandemi covid 19 dapat segera berakhir dan kita semua dapat membangun kembali silaturahmi tanpa batas” harap SAdAP.